Sabtu, 22 Juni 2013
Rasa yang berat mengingat kenangan indah dahulu membuatku jadi berkhayal semu. Hanya komik Godhand teru jilid 15-40 lah yang masih dapat menemani sepinya hari-hariku. Sudah kita tanda tangani perjanjian waktu, dan sudah kita cap basah pakta integritas yang kita buat pada saat kita dilahirkan ke muka bumi ini, dan semuanya kita lakukan untuk Tuhan. Semua ada konsekuensinya. Ingin bersama lagi dalamkebersamaan, kebersamaan yang mengundang gelak tawa, pertengkaran yang berakhir pada canda tawa, itulah persaudaraan dan kesempatan untuk dapat bersama. Oh Tuhan, biarlah rantang alumunium ini, botol-botol air ini, raket badminton ini, dan kipas angin pinjaman dari kantor ini yang menjadi saksi atas kebersamaan, canda tawa, riang gembira, gundah gulanah, air mata haru, dan rapat kecil keluarga. Ingin lagi rasanya mengajarkan Izhar, idgham, dan ilmu tentang sel pada mereka. tausiyah kecil untuk menghibur diri mereka, takkan lenyap untukku dan kujadikan ini nasihat untukku dan semua yang masih ingin mendengar nasihat. " Watawa shaubil haq watawa shaubi ash-shabr".
Minggu, 23 Juni 2013
mentari terbit
mata masih sipit
badanku terasa terjepit
melihat sekitar belum ada yang bisa digigit
duniaku terasa semakin sempit
rasanya aku terhimpit
tapi aku berusaha untuk tetap keep spirit
'kan ku lepaskan jiwa yang tak bisa lagi terkait
#Minggu, 23 Juni 2013, suara dari radio dan angin sepoi yang menemani pagi ini 07.53 wib @mylittleroom#
mata masih sipit
badanku terasa terjepit
melihat sekitar belum ada yang bisa digigit
duniaku terasa semakin sempit
rasanya aku terhimpit
tapi aku berusaha untuk tetap keep spirit
'kan ku lepaskan jiwa yang tak bisa lagi terkait
#Minggu, 23 Juni 2013, suara dari radio dan angin sepoi yang menemani pagi ini 07.53 wib @mylittleroom#
Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Tak terkecuali apabila ceritanya itu sama. Sama-sama diceritakan bersama-sama. Itu artinya semua orang itu sama, tapi berbeda di setiap persamaan itu. Ada yang pintar, agak pintar, dan pura-pura pintar, bego, agak bego, dan pura-pura bego. Seandainya kita semua sama tak akan jadi sesuatu yang indah. Paduan suara saja memiliki suara-suara yang berbeda, acapella juga begitu. Tapi walaupun kita berbeda dalam setiap persamaan kita sebagai manusia, tujuan akhir kita pasti sama yaitu dijemput maut. Honor your commitments, honor your work, honor your family, friends, and honor yourself. Hargailah semua perbedaan yang ada. Kata dosen bahasa Inggris saya kemarin pada saat pembibitan di UIN Syahid (maaf Pak saya pinjam bahasa Bapak) "Respect guys" !
Hari Minggu menjadi hari yang sangat sakral biasanya buat orang-orang yang ingin melangsungkan pernikahan. Jam 14.00 wib tepatnya tadi, saya dan kakak sepengajaran (sama-sama ngajar soalnya) menghadiri pestanya adik teman sepengajaran juga. Di pesta yang ada di Medan dan sekitarnya (mungkin daerah dan belahan negara yang lain juga sama) sudah dimaklumi adanya keyboard, pisang emas, es lengkong, kerupuk, ayam semur, tauco, dan sup, oh ya tidak lupa air minum kemasan. Tapi yang menjadai sorotan saya adalah keyboard dan pengunjung keyboardnya. Pemandangan yang seperti ini menjadi daya tolak bagi yang melihat dengan visual idealisme. Karena ada segerombolan ibu-ibu berkerudung yang bernyanyi dan berjoget ria diatas panggung. Aduh, gawat ini ! Apa ibu-ibu ini gak punya anak yang melihat perbuatannya, dan bukan anak kandung saja, tapi anak orang-orang lain yang melihat. Apakah ini fenomena yang biasa dan akan dibiasakan?? Jangan pandang dari kerudungnya, kerudung tak pernah salah, jilbab tak pernah berbuat dosa, hanya manusia dan yang menggunakannya yang melakukan hal-hal nista tersebut. "Jilbab"kan hati, "lobe"kan jiwa. Don't judge a book from its cover. Sesungguhnya Allah tidak melihat paras dan bentuk kita, tapi ia melihat hati dan ketakwaan kita. Tetaplah jaga aurat, dan jaga perbuatannya juga ya. Ngenes banget..........
Senin, 24 Juni 2013
Mulai mengerjakan arsip-arsip yang menumpuk di hari Senin. Laptop, infocus, proyektor, internet, dan ruang rapat yang menjadi saksinya. Capek memang rasanya kalau dipikirkan, makanya dikerjakan saja. Setiap individu pasti memiliki pekerjaannya masing-masing. Bahkan mengangur pun adalah suatu pekerjaan, yakni menunggu, although waiting is boring. Bekerja untuk mencari nafkah, siapa pun itu orangnya, pasti Allah memberikan jalan rezeki, ditambah sholat dhuha sebagai perantara. Makanya kerja yang baik, baik pula hasilnya, kerja buruk buruk pula hasinya. Gunakanlah waktu luang kita untuk bekerja. Fa iza faraghta fanshab, wa ila rabbika farghab. Ideas are only seeds, picking the crops needs perspiration....gagasan-gagasa n hanyalah bibit, menuai hasilnya membutuhkan keringat. Walaupun keringat itu asin, kalau terlalu asin Tuhan akan ganti dengan yang manis. Trust Him, it works (sorry niru iklan)
Selasa, 25 Juni 2013
Tadi malam Medan dan sekitarnya bershalawat di lapangan cadika Medan. Antusias jamaah yang hadir menyebabkan insiden jembatan putus, sehingga banyak para jamaah yang jatuh ke sungai dan hampir tenggelam, thanks to tim SAR. Habib dan soerang mentri yang menjadi gardu terdepan tadi malam, sosok bagaikan artis yang menyihir jamaah yang datang. Entah apa unsur yang terselubung yang ada di acara sakral malam tadi. Kampanyekah???why not?? Iming-iming dari panitia untuk dapat dana bagi penghimpun jamaah pun akhirnya sirna. Semua yang datang ke acara hampir semuanya belum makan malam. Kriuuuuuk kriuuuk....! We are hungry! Intinya jangan terbuai impian dan harapan dari manusia, ujung-ujungnya PHP...uuhhh lebay kan jadinya. Raja' kepada makhluk memang sakit, raja' ya kepada Tuhan lah. "La taqnathu min rahmatillah......wa ila rabbika farghab..! (untung aku tadi malam bawa nasi bontot, jadi gak kelaparan, inisiatif ibu-ibu kalo pergi pengajian gabungan.hahahahaha)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar