adhan dit

adhan dit
a secret makes a man man

Kamis, 07 Agustus 2014

Dari sekian kali aku mencoba, sudah banyak yang aku dapati kesempatan itu. Tapi semua itu seperti pergi dan menghilang seperti melihat bayangan dalam halimun. Hidup ini memang pilihan, tapi mendengar nasihat tidak kalah pentingnya. Bahagia bukan dilihat dari banyaknya harta yang didapat. Bagaimana merasakan hal yang tak pernah dilihat secara zhohir. Dunia ini fana, dunia ini hanya sebentar, ingin rehat selamanya dengan tenang ada surga yang dipaparkan nanti. Jadi, carilah kebahagiaan itu dengan mata hati bukan dengan mata duitan...!
 
Selama sepekan terakhir Medan dan sekitarnya dilanda panas yang lumayan ekstrem. Naluri ini hanya merasa ingin menceburkan badan kedalam air sejuk nan dingin saja. Hari ini setelah kurang lebih 6 bulan yang lalu aku melakukan renang di luar kota Medan dalam rangka pelatihan karyawan yang dipimpin oleh marinir dan bahkan sekarang telah menjadi eks karyawan (hehehe). Renang hari ini cukup dapat melenyapkan penat, panas tubuh ini, sedikit dapat mengobati rasa rindu akan hadirnya kucuran air ke tubuh ini selain mandi harian. Bermain, berenang, bercanda, tertawa, dan berkelakar menjadi hal yang menyokong hari-hariku yang ingin aku lalui secepat kilat. Aku pernah baca sebuah hadis tentang renang, yang memang Rasul menyuruh agar kita berlatih renang, memanah, dan berkuda. Renang sudah, tinggal memanah dan berkuda yang belum. Kapan ya?? Agar lengkap anjuran hadis ini.
 
 
Menyusuri jalanan berdebu dan berbatu pun harus kutempuh demi generasi masa depan agama ini. Pencarian guru ini bagaikan mencari jarum dalam jerami, susah sekali. Hubungi sana, hubungi sini, tapi masih belum berbuah manis. Berat memang rasanya kalau kita sedang perlu tapi tak ada yang hinggap walaupun satu. Tapi mencari sampai kapan pun akan ada jalan keluarnya, sama seperti mencari ilmu, susah memang, tapi kalau terus menerus tanpa henti dan letih, pasti Tuhan takkan tinggal diam, Dia Maha Penolong, Ia pasti bantu kita. Mohon doa dari teman-teman dan siapa saja yang membaca status ini, agar kiranya pencarian ini berakhir dengan lancar. Di senja yang tenang dan terdengar sayup-sayup suara bacaan Alquran aku memohon pada Allah, kiranya mengabulkan doaku ini. Amin.
 
  Alhamdulillah. Pagi ini hanya untuk menjelajahi Medan dalam mencari kitab-kitab klasik lumayan membuahkan hasil, dari 9 kitab hanya 6 saja yang berhasil terhimpun. Alhamdulillah. Siang hari menjelang sore tanpa diduga angin kencang dan langit yang gelap menemani ashar hingga maghrib kali ini agak sedikit berbeda. Hujan turun. Alhamdulillah. Setelah sekian lama menunggu butiran-butiran sejuk itu, akhirnya datang juga. Tapi kali ini ada yang berbeda ba'da asharnya, mengkaji kitab turats dengan anak-anak menjadi majelis ilmu yang sudah lama hilang disini. Berbagi ilmu, berbagi nasihat membuat suasana dingin terasa damai. Alhamdulillah. Jangan sampai perkumpulan ini pecah, jangan sampai pertemuan ini musnah, jangan sampai himpunan ini terenyah, dan jangan sampai kemenangan ini mengalah. Alhamdulillah Ya Allah.
 
  Tanpa pakai peci, aku langsung dipaksa untuk naik mimbar Jumat tadi siang. Aku pernah mengajari anak-anakku bahwasanya kalau kita naik panggung tanpa persiapan maka kita akan turun tanpa penghormatan. Itulah yang hampir terjadi padaku tadi siang. Setelah mengucapkan salam kepada para jamaah, langsung aku mengingat perkataan ustazku beberapa tahun lalu kalau anak santri itu harus "multitalent", harus bisa segalanya, kapan saja, siap saji dimana saja. Untuk ummat kalian harus kuat mental, jangan belajar ilmu instan apalagi menjadi "ustaz instan" yang banyak beredar sekarang di TV, itulah yang sekarang benar-benar terjadi, padahal dia berkata tentang itu bertahun-tahun lalu tetapi hal itu nyata terjadi saat ini. Santri harus bisa, santri harus berani, santri harus percaya diri, santri itu juga harus berkutat dengan masalah ummat saat ini. Lamunanku saat azan kedua sholat Jumat tadi membawaku ke masa lalu saat aku masih dicekcoki banyak ilmu dan buku pelajaran agama. Aku bersyukur aku menjadi santri, aku juga bangga mendapat titel santri. Santrilah yang membuat aku masih berdiri tegak sampai saat ini. Jangan pernah buang hidayah menjadi santri yang Allah takdirkan bagi kalian yang merasa santri atau pernah menjadi santri.#Akubanggamenjadisantri.
 
  Kalau hanya untuk sehari saja, lebih baik kau tiada. Kalau hanya untuk coba-coba lebih baik kau mundur saja. Kalau hanya untuk menyakiti, lebih baik kau pergi saja. Keberadaanmu hanya menjadi momok yang akan mengancam nyawa setiap kami yang bertemu denganmu. Kalau kau hanya membuahkan tajrih bagi bibir-bibir sinis yang menganga disini, lebih baik kau menghilang saja. Tapi kalau kau bisa membuat mulut ghibah ini menjadi ta'dil terhadap sikap dan perilakumu, kau boleh saja disini, bahkan untuk waktu yang tak terbatas tanpa garansi sama sekali. Agak haram sepertinya keberadaanmu disamping kami, paling tidak makruh littahrim lah. Bersikap natural sajalah, jangan sombong dengan apa yang kau punya. Kau hanya keluaran kotak kapur yang loncatanmu tak setinggi manusia-manusia yang menjadi alumni kotak kulkas. Bercerminlah, sadarilah, pahamilah, dan tawadhu'lah semoga kami dapat berbaur denganmu.
 
  Menjagamu agar tak lapuk oleh waktu adalah tugasku. Merawatmu agar tak basah oleh hujan adalah tugasku. Mengamalkan isi-isimu adalah tugasku sebagai sarjananya. Mengajarkan apa yang ada didalam dirimu adalah suatu kebanggaan bagiku. Mengikuti apa yang kau perintahkan adalah jalan yang kau berikan bagi semesta. Engkaulah salah satu tuntunan yang ditinggalkan oleh Rasul pada kami ummat yang pernah dilihatnya tapi selalu diingatnya bahkan sebelum beliau wafat sekalipun. Ummati, ummati. Inilah jalan yang aku pilih, inilah hidayah yang telah Tuhan hadiahkan, jagalah, dan bersyukurlah sudah menjadi yang terpilih. Menjelang tamu suci yang akan datang ini kami berharap agar dapat terus meyimpan hadiah yang Engkau berikan ya Rabbana.
 
  Para imam telah disiapkan, para bilal telah ditentukan, dan penceramah akan banjir job sebentar lagi.Itulah rezeki mereka pada bulan yang akan datang sebentar lagi. Para umat menyambut dengan macam-macam cara. Shocked bahkan. Bahagia haru mungkin ini yang terakhir. Ibarat ruangan yang penuh dengan emas dan berlian, serta semua keindahan ada didalamnya, siapa saja pasti ingin meraihnya, bahkan sebelum pintu dibuka, mereka siap menunggu sampai pintu itu terbuka. Marhaban ya Ramadhan, marhaban berarti luas dan lapang, sehingga bagi siapa saja tamu yang datang ke Ramadhan akan disambut dengan hati yang lapang dan diberikan tempat seluas-luasnya untuk berhenti sejenak memperbaiki diri yang telah rusak di bulan- bulan sebelumnya. #Selamat berpuasa orang-orang yang ditegur Tuhan.
 
 
Ini jari sudah kaku tampaknya untuk menuliskan kalimat-kalimat. Sudah beberapa hari, minngu bahkan, tak ada kata yang mencuat dari sudut pikiran. Hidup ini perlu refreshing. Selama lebih dari 2 minggu, aktivitasku disibukkan dengan kegiatan akademik dan mengurusi santri baru. Lelah rasanya. Kemarin, kuusahakan untuk mulai menggerakkan badan ini, akibatnya aku tepar hingga pagi ini. Aktivitas kita kadang membuat kita sampai pada titik jenuh. Ingin tertawa, tapi lupa bagaimana tersenyum, terlalu sibuk mencari harta dan tahta. Ayolah teman, rehat sejenak..! Sekadar main tenis meja atau bercanda sehat ala puasa Ramadhan untuk membangkitkan lagi urat dan saraf yang menggerutu. Ayo..!
 
  Sudah kelu lidah ini untuk melafalkan bahasa itu. Beberapa tahun silam, aku mengganderungi bahasa-bahasa asing seperti Spanyol, Perancis, Jerman, dan Jepang. Tapi sekarang semua itu seperti tak bersisa lagi, lumayan lengketlah walau sedikit. Como esta? Comment alle vouz?dan sekedar hai pun bisa aku katakan. Tapi sekarang seperti hilang ditelan bumi. Besar hasrat hati ini untuk kembali lagi mengkaji, belajar duduk bersama, dan berbicara sendiri bak Louis Figo, Nadal, Takahashi, dan madame Dubois. Buka lagi ah buku-buku yang sudah berdebu tapi masih bertuan itu. Belajar untuk bahagia hati ini, bukan untuk dipuji orang, belajar memang bawaan badan, bukan paksaan orang tua apalagi pasangan. Belajar seumur hidup, bukan seumur hidup tak mau belajar. Jangan sampai dunia ini keras pada kita nantinya kalau kita tak mau sekedar "Iqra". Apalagi bismi rabbika pasti lebih dalam harganya.
 
Sudah tak berkelas lagi diri ini. Banyak yang pudar setelah sekian lama dipugar dan bina. Memutar otak untuk mencari rumus terbaik untuk memperbaikinya agar tak tergerus arus zaman. Sebenarnya agar tak kalah dengan "keluaran" kampus-kampus, mulai dari yang bergengsi sampai yang hanya mengejar akreditasi. Terkadang sang juara melemah karena kemenangannya yang sesaat, sampai lupa bagaimana berusaha saat ia jatuh. Sulit mempertahankan daripada menggapai. Melihat cermin pun enggan, jadinya seperti manusia yang dihujani oleh masa lalu yang labil, seharusnya bawa payung agar tak terkena imbas masa. Perbaikilah, berkacalah, bergegaslah, dan pantaskanlah diri sendiri. #tadabbur setelah sahur
 
  Seluruh dosa yang telah terkumpul sepertinya akan dibumihanguskan pada bulan ini. Insya Allah saja. Kalau kita berangan, andai saja kejahatan itu tidak diciptakan sejak awal, mungkin kita tidak perlu yang namanya bulan-bulan pengampun dosa, amalan-amalan peruntuh maksiat, dan doa mustajab untuk meminimalisir dosa yang kita perbuat. Tapi itu kan hanya mimpi semu di siang bolong pada saat perut kosong karena puasa wajib bagi yang beriman. Jujur saja, sebenarnya kita perlu adanya kejahatan, keburukan, dan kesalahan. Semua itu ditujukan agar kita dapat merasakan nikmatnya sehat pada saat kita sekarat, dan kita juga merasakan menjadi tajir pada saat kita punya harta, dan berbagi pada mereka yang membutuhkan. Tuhan itu bukan adil, Dia Maha Adil, Dia Maha Tahu atas apa yang Dia Ciptakan. Kita manusia hanya melihat sedikit saja, tapi Tuhan melihat segalanya. Itulah yang terbaik bagi kita, anugerah dari-Nya, jangan dibuang sia-sia, gunakan dengan bijak sampai masa berlaku habis, hingga akhirnya kita menyerahkan semua yang kita pinjam kepada Sang Maha Pemilik. #Menuju Zuhur di bulan Ramadhan.
 
  Setan masih banyak berkeliaran di bulan Ramadhan ini. Walaupun ada hadis yang mengatakan bahwasanya setan-setan akan dibelengggu, tapi tidak semua setan dirantai, hanya beberapa saja. Oleh karenanya, masih banyak dari kita yang berbuat busuk di bulan ini, dan tidak hanya setan ghaib mata saja yang menggoda, tapi setan yang zhohir mata juga ikutan mengganggu sesama manusia lainnya. Dengan memperbanyak ibadah, maka para setan wa ahlihi ajmai'n terbelenggu untuk menggoda kita. Ada banyak pendapat memang tentang hal kebelengguan ini, hanya saja kita berharap jangan sampai terbelenggu sama seperti setan yang dibelenggu di bulan ini, buatlah rajutan pahala dari benang-benang ibadah yang kita lakukan saat ini, semoga kita dapat mengenakan baju takwa saat fitri nanti.#Sahur on my own bed.
 
  Mereka sudah pulang. Sudah kembali ke pangkuan ayah dan bunda. Bukan lagi teritori kami untuk mengawasi kalian. Kalian lah yang seharusnya pandai-pandai menjaga diri, jaga adab, jaga raga, dan jaga agama suci ini. Di tangan kalianlah agama ini ditambatkan, di bahu kalian perjuangan ini dilanjutkan, dan di dada kalian lah akidah ini agar selalu tetap tertancap dalam-dalam. Sampaikan salam hangat kami untuk keluarga kalian di " your home sweet home". Tunjukkanlah pribadi santri dan santriwati yang seutuhnya, bukan sebutuhnya. Kami berdoa agar liburan kali dapat me-refresh-kan lagi pikiran dan badan kalian untuk dapat mempelajari ilmu-ilmu yang masih selautan yang masih harus kalian tekuni. Spend your vacation time wisely guys ! #perpulangan santri masa menyambut Fitri.
 
  Senyum mereka takkan terlihat lagi. Kicau ribut mulut mereka takkan terdengar lagi. Tangisan letih mereka takkan pernah diusap lagi. Canda tawa mereka takkan tergubris lagi. Itulah perpisahan yang menyakitkan, ia datang dengan sejuta asa dan pergi meninggalkan luka yang menyiksa. Rasanya ingin berlama-lama dengan kalian, lalu menghentikan laju waktu agar tak pernah berputar untuk mengambil momen-momen emas kebersamaan diantara kita. Tapi itulah takdir pertemuan yang bertaut dengan perpisahan. Itulah sunnatullah, itu memang bagian dari perjalanan hidup kita semua. Sampai jumpa lagi nanti, semoga waktu cepat bergulir sehingga mempertemukan wajah-wajah ceria kita lagi, agar kita lebih banyak bercerita dan belajar hikmah lagi.#1 hari pasca ditinggal anak-anak liburan.
 
 Adhan Dit Kalau dulu ada rasa berat yang terseret pada saat kehilangan. Kali ini tampaknya semakin berat beban itu, bahkan bertambah. Tahun ini harus banyak perubahan, harus merubah pribadi, harus menghilangkan kemalasan yang mendera. Lebih banyak membantu, bersedekah, berkomunikasi, dan mendewasakan pikiran. Ini jalan siapa yang sedang kutempuh. Ini jalanku atau jalan yang mereka hamparkan untukkku. Serasa aku seperti bidak ular tangga yang dimainkan sesuai dengan angka dadu. Nasihat sudah tak berbentuk kebaikan, perkataan sudah tak sesuai norma, dan sugesti tak menjadi ampuh lagi. Presiden baru berharap harapan baru. Beras jenis baru, bukan jenis catu lagi. Jangan berpegang terus pada siapa pemimpin, ubahlah diri sendiri, siapapun yang menempatkan dirinya diatas sana peduli setan alas, yang penting aku berusaha untuk bahagia. Inilah takdir yang Tuhan gariskan di seluruh urat nadi tubuhku. #be positive, we can do it. New President, New Hope. Hopely.
 
  Saat kau baca status ini, mungkin aku sudah 100% berpaling darimu. Aku kira kau tulus adanya untukku, ternyata palsu. Dari sekian lama waktu ada untuk kita, kau hanya ada bahkan sepersekian detik untukku. Kau palsu, imitasi, tak orisinil lagi hatimu. Kau hanya bagaikan boneka Garfield di sudut tempat tidur, tak bernyawa, bersuara, apalagi ia tak dapat memberikan sokongan di kala aku lemah. Kau tahu aku pernah ada saat kau jatuh, saat kau lumpuh, saat kau sedih, dan saat kau sakit. Kau lupa pernah mengharapkanku kembali beribu-ribu kilometer jaraknya hanya untuk membantumu maju. Sekarang di kala aku dalam sepi, telepon, ah tidak, bahkan secarik sms pun tak kunjung tiba. Padahal hanya 150 perak paling mahal, apalagi aku tahu kau pakai kartu yang ada sms gratisannya. Tapi itulah hati, Tuhan pun Maha Tahu bahwa hati hambanya berbolak-balik, kadang baik, kadang busuk. Tak banyak yang cintanya tulus pada Tuhan, apalagi manusia. A friend in need is a friend indeed. Aku pernah berujar kata ini, kalau lupa atau tak paham artinya bukalah kamus John M. Echols halaman 258, itupun kalau kamusmu ada dan palsu seperti punyaku. Sudahlah, jadi berkurang nafsu makan sahurku. Semua jadi serba palsu, aku sadar kau ternyata palsu, maya, dan bahkan fana bagiku. Kalau kau baca ini sampai habis, berdoalah kita agar Fitri nan diujung mata nanti dapat meluluhkan hati yang palsu itu. Amin.#sahur with nasi bungkus without a friend beside.
 
 
Hampir aja telat naik mimbar Jumat tadi. Macet di jalan, sampai naik becak mesin hanya untuk mengejar waktu, akhirnya sampai juga. Alhamdulillah. What a shocking day! Tapi upayaku untuk tepat waktu memang terbayar oleh lari speed-ku demi menggapai mimbar. Semoga jangan terulang lagi untuk kesekian kalinya, hingga 'keselek' ludah saat khutbah tadi. Pengalaman baru di tempat lama.#lagi-lagi di Hari Jumat, kali ini Jumat terakhir bulan Ramadhan 1435 H. Thanks for THR lebihnya ust..!
 
  Suami istri itu pun berebut sehelai sarung. Iba rasanya hati ini melihat sekelibat realita kehidupan malam di jantung ibukota, Medan. Dimana orang-orang perlente, eksekutif sedang asyik-asyiknya bercengkerama dan sekadar berkelakar sambil minum kopi, para tuna wisma pun juga tak mau kalah untuk melakukan hal yang sama, mereka sama-sama sibuk berebut spot untuk rebahan setelah seharian sibuk bekerja, entah kerja apa pun. Seperti melihat dua dimensi malam tadi, baru kali ini aku melihat dengan mata sendiri bahwasanya masih menjamurnya kehidupan seperti itu saat ini. Berubah pemimpin, tapi nasib mereka belum berputar juga, bahkan lebih buruk. Menyambut fitri ini seharusnya zakat-zakat fitrah itu semoga sampai ke mulut-mulut lapar mereka, setidaknya sehelai pakaian untuk menghangatkan mereka di saat malam tiba dapat mereka kenakan dengan layak. Tinggal hitungan hari lagi, distribusikanlah zakat agar sempurna Ramadhan ini, dan dapat sedikit mengurangi beban mereka yang mungkin sekarang kedinginan karena berbagi sarung untuk menghindari cuaca ekstrem malam di tengah kota Medan metropolitan ini, berbeda dengan mereka yang menarik selimut tebal buatan Paris karena diserang dinginnya AC di kamar berukuran 15 x 15 meter, lumayan mewah ya..! #Zakat fitrah untuk mem-fitrah-kan diri kita. Let's pay.
 
  Sejak negara api menyerang, aku lebih banyak diajarkan untuk menjadi api emosi. Sedangkan saat aku di kerajaan bumi, aku juga menjadi si keras kepala batu, egois. Lalu, ketika aku mempelajari angin, aku sering hilang kendali, pergi tanpa kembali. Begitupun saat aku mempelajari air, bukan kesejukan yang kalian rasakan, tapi air mata lah yang selalu tumpah ruah. Di momen yang telah disajikan oleh Tuhan kali ini adalah momen yang pas untuk kita saling bermaafan dan silaturahim walau via sosial media, yang penting rasanya sampai. Saya mohon maaf atas segala pegendalian api, bumi, angin, dan air yang kurang terkontrol, bukan maksud hati ingin menjadi sempurna, tapi berusaha untuk menggapai kesempurnaan itu penting, dan tanpa ridho dan maaf dari kalian, kesempurnaan hanyalah sebatas angan semata. Happy Eid Mubarak 1435 H. — with Imam Alfatonah Harahap and 16 others.
 
 
Beberapa hari pasca lebaran, tampaknya menjadi liburan bagi kebanyakan orang termasuk saya. Pergi bersama keluarga menjadikan liburan lebaran ini adalah pengejawantahan dari investasi kita selama Ramadhan. Idul Fitri, kembalinya kita kepada kesucian, idul fitri sama dengan kembali ke asal mula kejadian kita, idul fitri juga berarti kita kembali lagi mempelajari agama kita yang benar setelah kurang lebih sebulan kita mendapatkan "Tarbiyatu an-Nafsi" di Ramadhan lalu. Idul Fitri juga kembalinya kita "Sarapan". Eh. Benar juga kan?? Berdoalah kita semua, agar semua makna Idul Fitri terealisasi pada setiap kita.#Selamat "Idul Fitri"kembali sarapan Pasca Idul Fitri.
 
  Halalbihalal memang bukan suatu yang asing di telinga kita. Tak jauh dari bermaaf-maafan, silaturahim, dan pembagian "jatah" pada umumnya. Halalbihalal ialah kata made in Indonesia. Tidak ada kata itu walau di Arab sana. Tapi tak seharusnya kita ragu dengan ketetapan halalbihalal ini. Kalau dilihat dari asal kata "halal" ialah meluruskan benang kusut, menyelesaikan masalah, mencairkan yang beku dan banyak lagi. Ambil saja sebuah konklusi yang ramah bahwasanya di agenda halalbihalal ini kita dapat meluruskan kembali hubungan yang terasa kusut di bulan sebelumnya, atau sekadar memaafkan masalah yang pernah ditujukan pada kita, dan yang lebih penting jangan dingin dan keras seperti es dan batu, apalagi es batu, yang mana seharusnya es batu menjadi penyejuk dan penyegar dahaga di kala hampir sebulan kita berdahaga di tengah teriknya panas bumi dan panas hati. Sebelum terlambat mari kita saling memaafkan dan saling "meng-halal-kan" diri sendiri untuk pribadi yang kita anggap "haram" selama ini.#pasca halalbihalal ke rumah teman.
 
 
Jangan berlebihan oleh keinginan padahal tak mampu tapi dipaksa. Lebay. Zaman ini terbiasa dengan sifat dan jiwa-jiwa ke-lebay-an, terlalu banyak melihat "OMG Hello" dan "Uscita" yang menghalilintar, membuat pikiran pun terpuruk badai membahana dan terpampang nyata pula di garis khatulistiwa. Zaman SMP saya dulu, banyak pesan di diary teman-teman saya yang bertuliskan" be yourself", siapapun kamu, dimanapun kamu tetap jadi diri sendiri. Bertranformasi jadi yang lain susah, buatlah citra sendiri, ciptakanlah kreasi pribadi, jangan sama dengan yang lain. Kata ayahku, kalau temanmu dapat nilai A, kamu harus A+. "Oke fix", jadinya semua ini jangan dibuat-buat, akhirnya menjadi panggung sinetron kejar tayang yang niatnya naik haji tapi jadinya "trio Ubur-ubur". Mulailah mengubah nasib, mengubah pola pikir, dan mengubah pribadi kita masing-masing. Tidak menjadi mereka kita pun tetap bisa kok...! Banyak baca banyak tahu, banyak nonton jadi sok tahu.


Banyak tipe manusia, berbeda bukan untuk mencari kesalahan yang lain, menggugat, bahkan sampai menggigit. Banyak orang yang baik tapi tak berakal, banyak juga orang yang berakal tapi sayangnya tidak beriman. Pilihan sudah disediakan, tinggal kita yang menentukan pilihan. Kalau suka ambil, tidak suka jangan langsung dibuang, mana tahu kita perlu suatu saat nanti, karena yang kita anggap baik belum tentu juga baik bagi kita ataupun sebaliknya. Jalinlah "Link" dimanapun, kemanapun kita berada. Manusia ini makhluk sosial yang memerlukan satu sama lain, jangan dekati permusuhan, jangan sombong, jangan angkuh, kita semua butuh tangan yang lain, jangan memberati diri sendiri dengan beratnya diri dengan memikul "kebanggaan". Raih dan peganglah tangan siapapun yang menjulur, jangan hempaskan.#take and hold everybody's hand tightly
Aku bukanlah kamu. Kamu bukan juga aku. Aku bahkan tak mirip denganmu. Aku ingin jadi seutuhnya aku. Aku bukan bonekamu. Aku adalah makhluk ciptaan Tuhanku. Apakah aku pantas beribadah diatas bumi Tuhanku jikalau aku masih berbuat dosa pada Tuhanku. Apakah aku wajar makan rezeki dariNya kalau aku saja masih bolong-bolong sholatnya. Tuhan ampuni aku. Aku tidak lain hanyalah insan yang bermimpi sederhana. Aku hanya ingin jadi juara. Aku hanya ingin membuat orang bahagia. Aku ingin kau tahu bahwasanya aku ingin kau benar-benar tahu. Aku peduli denganmu. Tapi kenapa kau malah lari? Apakah kau bosan padaku? Apakah aku bau maksiat? Aku tahu aku tidak sempurna, aku tahu aku bukan anak siapa-siapa, tapi itu untuk saat ini. Ingatlah suatu saat nanti aku ingin siapapun akan mengingat aku, dan aku pasti ingat kamu walaupun kamu pernah tidak ingat padaku. Aku sahabatmu, aku juga keluargamu, akulah yang selalu ada pada saat tak ada yang mau bergaul denganmu. Aku juga manusia. Aku juga punya hati, bahkan aku punya air mata yang layak aku tumpahkan karena aku terluka. Aku biarkan waktu berdetak yang menyelesaikannya, aku hanya bisa menunggu, jadi apa harapanku nanti. Aku akan selalu menjadi aku"mu".#inspirasi malam ini setelah seharian menahan rasa keakuanku yang dapat meng-"aku" dan bertransformasi menjadi "k-aku"#.

Kurasa ini azan terlembut yang pernah kudengar. Azan dari ibuku ke telinga mungilku ini. Ah, rasanya seperti nyanyian bidadari saja. Tapi itu kapan ya? Waktu aku baru saja dilahirkan kurasa. Ibu bukanlah bui. Ia tak pernah membuat aku seperti di bui. Ibuku bukan ubi, tapi pada saat tak ada lagi sesuap nasi ia berikan aku ubi pinjaman yang ia cari dari rumah ke rumah. Ibuku pekerja keras, ia keras pada dunianya sendiri, tapi ia lembut pada anak-anaknya. Ibuku bukan penakut, tapi ia cemas kalau aku berbuat keji. Ibuku bukan pemarah, tapi ia berang kalau aku tidak sholat dan baca alquran. Ibuku bukanlah guru, tapi ia mengajarkanku tentang segala kebaikan hidup. Ibuku bukan wanita cengeng, tapi ia selalu menangis kepada Tuhan agar dimakbulkan segala doanya. Ibu, dahimu yang telah mengkerut, pipimu yang telah mulai lunak, kantung matamu yang mulai sayu, rambutmu yang mulai putih, dan langkahmu yang mulai gontai. Tapi itu semua sirnah saat kau berjuang untuk anak-anakmu bu. Kapankah aku bisa membuatmu duduk berdiam dan bersantai tanpa harus mengais rezeki untuk anak-anakmu ini lagi? Ibu, aku berdoa agar kau cepat-cepat bersantai menikmati hidup dan beribadah dengan tenang tanpa memikirkan ini itu lagi. Ibu, kau adalah hal terbijaksana, terdahsyat,tergaul,terindah, terbaik, tergokil, tersayang, tercinta, terhebat, dan terpuji yang pernah aku temui. Salam dari kami anak-anakmu yang selalu serta merta mendoakan engkau agar engkau sehat sentosa selalu. Amiin.# for my lovely mother and all great mothers in this universe may Allah bless you. Amin.
Saat kau merasa terpuruk, kau mengadu padaku. Saat kau sedang tertekan, kau bersender di bahuku. Saat kau gundah gulanah, kau tumpahkan air mata itu tepat di hadapanku. Saat kau merana, kau merunduk teduh di atas sajadahmu tepat di dalam dekapanku. Tapi pada saat kau bersenandung ria, kau seolah tak melihatku. Saat kau bergulat dengan indahnya kejayaanmu, kau bahkan tak memperdulikanku, kau tenggelam dalam lautan kebahagiaanmu, kau lupa pernah ada aku untukmu. Tapi sudahlah, itulah kodrat manusia, kau bahkan tidak dikatakan sebagai manusia kalau kau bukan pelupa. Akhirnya aku hanya bisa mencari kemana tempat aku mengadu, tempat aku ingin bersandar, dan tempat aku akan bersujud menengadah ke arah vertikal. Aku masih punya Tuhan Yang Tidak Maha Pelupa, Dia Maha Pengingat, baik maupun buruk yang diperbuat oleh manusia. Dia Maha Pengampun segala dosa, tempat mengadu, dan tempat bersandar. Biarlah kau berlari kecil sambil tersenyum bahagia kini dan nanti, aku hanya berdoa agar kau jngan sampai terjatuh untuk ke sekian kalinya. Seandainya itu terjadi aku masih rela menjadi tangan penampungmu.


Walaupun agak telat sehari, tapi Hardiknas di mahad hari ini meriah parah. Kreativitas dipadu dengan ilmu pengetahuan menjadikan anak-anak ini seperti pemikir dan pekerja yang ahli. Pendidikan itu hukumnya wajib bagi setiap insan di dunia. Pendidikan moral terlebih lagi. Pendidikanlah yang menjadikan kita dapat berjalan luwes di atas muka bumi Tuhan ini. Pendidikanlah yang membuat kita memandang luas dari kacamata kita masing-masing. Pendidikan juga yang membuat mereka mengemis, menggembel, dan mengais. Bukan pendidikan yang salah, mungkin pendidiknya atau yang dididik? Didiklah pribadi ini agar terdidik dan bantulah yang lain agar terikut didikan yang benar. Berjalanlah, membacalah, ambillah intisari lalu tebarkanlah agar bersemai bibit-bibit muda generasi masa depan.#Hardiknas @ Enha Boarding School



Hujan yang turun di Medan pagi ini menyertaiku berangkat ke ibukota. Ya Allah mudahkanlah langkahku agar selamat sampai tujuan hari ini.
 
 
Masih menunggu interview yang belum kunjung tiba jua. Ada beberapa orang lagi yang belum diwawancara. Semoga tak lama-lama lagi, kuharap cepat selesai semua urusan ini dan berakhir dengan baik maupun lancar. Amin.
 
  Sore ini masih hujan sampai maghrib di Depok. Masih kalut hati ini, masih gerah raga ini, sebenarnya masih ingin aku lihat air ini terjun lagi dari langit biar kulimpahkan semua rasa ini. Ribut dengan politik capres, ramai dengan black campaign, dan masih kesal dengan mereka yang belum kunjung bekerja dengan efisien sampai detik ini. Aku anggap saja ini liburan, aku bahkan lupa kapan aku terakhir kali berlibur dengan tanpa menggiring tugas yang menumpuk di otak bahkan di laptopku. Masih saja aku berharap kepada Sang Maha Pencipta agar Ia memudahkan langkahku, meringankan jalanku, dan mengabulkan doa-doaku. Masih menunggu air hujan ini berhenti tapi rasanya ingin terus mendengar langit bergemuruh dan menumpahkan airnya ke bumi cadas ini.#Depok yang hujan tapi gerah. Entahlah.
 
  Hari Minggu ini sedang dan akan terukir sejarah lama yang terulang kembali di PONDOK PESANTREN MODERN NURUL HAKIM, adik-adikku melaksanakan khataman mereka, dengan sebutan Marhalah Wal- Ashri alumni ke-19, yang rencananya aku bertindak sebagai protokol tapi hal itu tidak akan pernah terjadi. Sedih rasanya menjanjikan hal yang tidak bisa ditepati. Hanya maaf saja yang terucap untuk mereka. Saat mengetik tulisan ini setiap detak jantung dan setiap desiran aliran darah maupun setiap sel yang ada dalam tubuhku ini selalu membangun sebuah jembatan doa untuk mereka semua, agar kelak mereka sukses di kemudian hari . Amin. Maafku kepada kalian semua, semoga doaku sampai ke kalian disana, doakan aku juga yang ada disni terperangkap sepi dan dusta. Happy Farewell Party for you guys, good luck..!
 
 
 Adhan Dit
Kembali ke Medan setelah 1 minggu lebih menjalani tes dan interview di Serpong. Semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Semoga selamat sampai Kualanamu. Amin.
 
  Kamis ini menceritakan sejumlah cerita yang memang layak untuk aku kenang seumur hidup. Berkendara jauh hingga Perbaungan, Firdaus (bukan nama surga ya..!), dan Sei Rampah, hanya untuk berkelakar dan bercerita lepas dan tak lupa juga untuk bersilaturahim dengan keluarga baru tapi terasa sudah lama bertemu. Satu keluarga yang sangat bahagia, dengan ayah yang tegar, ibu yang penyayang dan lembut hatinya, baiknya tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, cintanya lebih panjang melebihi jalan lintas sumatera. Perjalanan juga berlanjut untuk bertemu dengan sahabat karibku saat kuliah sampai saat ini yang sudah lama tidak kutemui, Khairul Akmal, ia juga salah satu orang teralim yang pernah aku temui, ilmunya dalam, dan jiwanya yang tulus (semoga selamanya dan tak berubah). Ada juga kejadian buruk saat perjalanan tadi, mulai dari ban sebelah kanan bagian sebuah truk meledak sampai kelewatan mencari alamat dan hampir kena razia polisi hingga bensin kering saat tak ada yang berjualan bensin di pinggir jalan. Lengkap sudah hari ini, ada manisnya, buruknya juga tak mau ketinggalan. Begitulah hidup, terkadang pahit ada juga manisnya, sama seperti iman kadang yazid dan juga yanqush. Banyak ayat yang berkaitan tentang setelah payah ada mudah dan kita tahu itu. Terima kasih semuanya untuk hari ini kepada Madu Maniezz, Imam Alfatonah Harahap dan keluarga besar, dan Allah pastinya yang melancarkan semua berjalan dengan lancar.

Senin, 21 April 2014

02 November 2013
Finally, it is Jakarta.

05 November 2013
Tugas hari ini adalah dilatih ala militer di korps Marinir Cilandak. Agar disiplin, tegas, berani, dan tidak membangkang.#Siap Komandaaaaaaaaan, selamat sore..! Jawabnya harus 3 kali kayak wudhu' : "sore, sore, sore"..! Tentara abiiiiis...!

 06 November 2013
Hari kedua training MDP 2 Net Tv : "Ya ampun, nau'zubillah, astaghfirullah...! Habis upacara pembukaan tanpa basa-basi komandan kompi memberikan aba-aba tiarap, merayap, dan push up. Hampir puluhan kali tubuh ini diluluhlantakkan ke bumi tanpa ampun, kata komanadan "kalau kalian baik akan ada "reward", kalau kalian buruk akan ada "punishment"...! Orientasi awal di stadiun sepak bola mini yang katanya masuk rekor Muri karena menjadi lapangan yang dibuat selama dua menit sekian detik. Apapun itu, gejala yang ditimbulkan diawal adalah tangan pegal-pegal, kaki loyo, kepala pusing, dan badan bengkok.....(To be continued to part 2)

07 November 2013
Lanjutan...oh iya..! Sebelum apel pembukaan pada tgl 6 November kemarin,kami mendapatkan beberapa perangkat alat ke-marinir-an. Jauh lebih menyeramkan dari itu semua, tepat pukul 12.36 waktu jam tangan Casio miniku, kami dibangunkan secara gerilya dengan tembakan senjata SS-1 buatan Bandung yang mana pada akhirnya kami gunakan juga untuk latihan dasar menembak. Dongkol, geram, amarah, belum ada 1 jam tidur sudah dibangunkan lagi. Astaghfirullah.....! Belum lagi ada teman satu kompi, bahkan pleton lagi, kehilangan hape Samsung Wondernya, makin lama lagi urusan...(Udah dulu ah..(Tidur dulu ah, besok lagi part 3)...

17 November 2013
Aku masih terngiang masa itu. Masih melekat hangat di ingatanku. Jauh memang sudah jarak itu, tapi itu tak menjadi masalah besar. Memori lama yang takkan bisa diperbaharui lagi, tampaknya akan bermuara pada mimpi belaka. Aku masih sering memimpikan kalian. Kalian masih hidup dalam dekapanku. Saat ini yang aku inginkan adalah kebersamaan bersama kalian. Mustahil tampaknya, tapi mungkin saja. Kali ini aku masih di stasiun ujung, tapi aku akan menanti kalian di stasiun ini. Aku harap kalian menuju kemari, jangan sampai salah tujuan. Seandainya pun tak menuju kesini, tapi menuju ke stasiun yang pastinya banyak kebahagiaan disana. Antrelah, lalu belilah tiket, dan naiklah ke kereta yang kau pilih. Semoga selamat sampai tujuan.

18 November 2013
Hari pertama kerja di perantauan memang terasa agak begitu aneh. Di kota asing, jadi orang asing, tapi jangan sampai mengasingkan diri. Kaku memang terasa pekerjaan hari ini. Beda. Biasanya aku berkutat dengan baju kemeja, dasi (kalau perlu), kapur, spidol, buku panduan, dan sekelompok murid-murid yang ribut dari seluruh penjuru. Ini transformasi bahkan ini revolusi bagiku. Berkali-kali sudah rasanya aku putar kemudi, entah kemana lagi kaki ini akan berjalan membawa badan ini. Selama aku masih punya ilmu, aku yakin aku masih bisa memijakkan tapak kakiku diatas bumi ciptaan Tuhan ini. Aku percaya aku bisa, aku optimis walau terkadang natural sebagai manusia aku merasa pesimis. Harus tetap hidup untuk sukses. Kesuksesan adalah perjalanan bukan suatu tujuan. Jalanilah setiap langkah dengan embel-embel nama Tuhan yang Agung. Bismillah...!

20 November 2013
Malam hari ini membahas tentang korupsi yang ada di Indonesia, bersama Bapak Wakil KPK dan Jubir. Hasilnya luar biasa. "Korupsi menimbulkan dampak negatif bagi semua sektor, apalagi hukum di Indonesia ini masih "sakit"." Bambang W. (Wakil Ketua KPK).

21 November 2013
Membuat rekening, belajar kamera, teknik editing, dan beberapa materi tambahan masih mewarnai mingguku. Aktivitas seperti robot tanpa remote masih saja berjalan. Ikuti saja dahulu alur cerita ini, jalani dengan hati, cintai, dan resapi untuk apa aku menjatuhkan pilihan disini. Inilah efek dari perbuatan yang aku pilih. Hidup ini pilihan. Kadang tak tau mana pilihan jitu dan pilihan tak bermutu. Kita sendiri yang harusnya menjadi remote bagi diri kita. Pada saat tombol "on" kita bangkit, ingin melakukan kejahatan, tekan tombol "stop", dan tak mungkin kita menekan tombol "rewind". Yang lalu jadikan sebagai pelajaran dan cambukan. Berdoa saja matahari esok masih hangat sehangat jiwa kita. Jangan mudah berhenti, jatuh ya bangkit, kalah yang coba lagi, dan apabila salah ya perbaiki. Kesimpulannya harus dibuat se-eksklusif mungkin hidup yang singkat, padat, dan merayap ini, seperti jalanan ibukota yang aku lihat malam ini.#OTW to Kebon Jeruk

22 November 2013
Pagi ini berbagi dan bercerita hangat dengan Ketua KPU, Husni Kamil Malik. Semua pengetahuan tentang penyelenggara Pemilu ini jadi jelas. Akhirnya jadi tau, kalau namaku ada di Daftar Pemilih Tetap. Ayo memilih, jangan Golput...jangan kebanyakan GOLSAR..Goyangan Ala Cesar..!#Think brilliant

23 November 2013
Ternyata kalau ingin membuat sesuatu yang sulit harus dimulai dari sesuatu yang "simple". Inilah yang aku pelajari kemarin pada saat sesi kamera dan pengambilan gambar. Berat memang, karena ini adalah hal yang baru bagiku. Terkadang pikiran kita inilah yang membuat kita merasa susah, miskin, senang, kaya, dan bahagia. Tak ubahnya seperti karya-karya besar yang pernah lahir, semuanya itu berawal dari keingintahuan dan membuat segalanya lebih mudah, lampu contohnya. Jadi, berpikir bisa dan harus bisa, walaupun susah. Ingat pertama kali kita belajar berjalan.#@Graha Mitra lantai 5, setelah sesi pengambilan gambar.

24 November 2013
Kesenanganku saat ini ialah merasakan berputarnya waktu secara cepat. Baru saja rasanya memijakkan kaki di Depok, eh sudah beranjak pergi lagi. Tapi itulah waktu. Cepat, tepat, dan pastinya akurat. Masalahnya bagaimana cara menghadapi kecepatan waktu itu, apakah ditunggu atau dibiarkan saja???? Bekerja, mengetahui, dan berharap lebih daripada orang lain, kurasa itulah yang harus dilakukan.# sedikit kutipan dari penulis ternama termasyhur di dunia..!

24 November 2013
Hari ini banyak sekali pelajaran ulangan yang harus aku ulangi. Dari materi yang diberikan sampai materi sosial tentang beradaptasi. Semuanya hancur karena mendahulukan ego. Semua karena datang telat. Berantakan hasilnya. Ternyata hidup berkualitas ditentukan oleh waktu yang akurat. Meleset sedikit saja, habislah sudah. Dinding kokoh yang selama ini dibangun selama kurang lebih 1 minggu hampir berakhir untuk selamanya. Entah apa lagi yang harus aku lakukan tentang logat ini, apakah diubah atau dipertahankan?? Rasanya kelu lidah ini. Sebenarnya bukan logat yang menghalangi semuanya, tapi tingkah laku (akhlak). Syukurlah semua sudah dapat diatasi dengan akhir yang indah. Senyum itu kembali menyeruak. Pengalaman adalah segalanya. Belajar dari pengalaman. Tingkatkan yang baik, kurangi yang busuk.# Life is absolutely an adventure.

25 November 2013
Senin ini ada yang tidak biasa dari Senini sebelumnya. Hari kami 67 news reporter dan video journalist dikelompokkan menjadi beberapa kelompok untuk program-program yang berkaitan dengan news. Tibalah saatnya penantian kami pukul 3 siang diumumkannya pengumuman tersebut. Terpilihlah teman-temanku untuk mengisi program-program yang disediakan. Sedihnya aku menjadi pilihan akhir dari semua ada. Tapi, the last isn't the least, aku diberikan program yang aku sendiri tidak pernah tahu itu apa. Aku ditempatkan di program yang kurasa cukup bonafit, karena program ini berisikan narasumber berpengaruh di Indonesia. Apakah ini jawaban dari doaku selama ini? Atau ini adalah ujian? Apapun itu namanya tetap bekerja dengan hati menjadi pilihan yang tidak dapat dipilih-pilih lagi. Lumayan juga sih baru masuk udah ditraktir dengan produser dan makan bareng produser. Alhamdulillah. Hanya itu yang tepat aku ucapkan saat ini. #Tingkatkan ibadah dan sedekah, Allah will help us and guide us to the straight way..! Amiin.

26 November 2013
Lagi menunggu kehadiran Jokowi di Balai Kota. Ikuti saja perkembangan, walau badai kecil datang secara perlahan. Bekerja yang baik dan ikuti aturan.#duduk-duduk bareng reporter dan kameramen..,!

26 November 2013
My today's journey : pukul 08:30 sampai di kantor Net Tv gedung The East lantai 27. Sekitar pukul 10.30 diperintahkan untuk ikut tapping pendiri Kaskus, tapi di-cancel karena aku harus menemui Gubernur Jakarta dan Menteri Perekonomian di UI, Depok. Perjalanan tidak menyentuh UI tetapi tertuju ke Balai Kota, tempat beliau bekerja. Begitupun yang namanya Gubernur yang masyhur saat ini, beliau sah-sah saja blusukan di saat kami makan siang. Hilanglah momen berharga bagi beberapa jurnalis, tidak termasuk aku. Karena aku hanya ingin bertemu dengan ajudannya dan hal itu sudah di-aminkan. Berlanjut ke kantor Kementerian Perekonomian di Lapangan Banteng, sialnya sang petinggi sudah pergi mendahului kami. Akhirnya kami menyusul ke kantor Sekretariat RI untuk menemui beliau. Hasilnya nihil. Kami sudah menunggu dari pukul 14.00 sampai azan maghrib, hanya hampa yang didapat. Kembali ke kantor lagi dan aku belajar sedikit akan bidang yang aku jalani ini. Tibalah saat aku menulis ini didalam TransJakarta yang bergerak menuju halte Slipi Petamburan.#kost sweet kost..       

28 November 2013
Lagi di Fakultas Kedokteran UI, melihat seorang dokter bermain biola dan seorang mahasiswa bernyanyi di Aula FK UI. Dengan tempat duduk yang serba hijau dan difasilitasi dengan bantal kecil untuk dudukan. Sama warnanya seperti warna tirai hijab untuk penutup batas antara pria dan wanita. Yang lebih uniknya khas kedokteran ialah kerangka tirainya mirip dengan pembatas antara pasien di ruangan bangsal. Mushola pun terasa seperti bangsal rumah sakit.#@Aula FK UI

29 November 2013
Dr. Efendi Ghazali tadi mengatakan bahwasanya walikota Surabaya ini sangat luar biasa. Beliau (walikota Surabaya) sangat total dalam menata dan membangun kotanya. Peduli, rendah hati, tegas, dan kalau saya lihat dia tidak gaptek. Efgha (panggilan Efendi Ghazali) mengatakan pada saya kalau mau wawancara langsung saja, orang seperti ini jarang saat ini, harus benar-benar diekspos.#Jadi pengen ke Surabaya.

02 Desember 2013
Penyesuaian memang memerlukan waktu. Pada saat awal mungkin terasa berat, mencekam, dan tak dinamis. Kadang bahagia itu datang tapi hanya sekilas, ingin berlama-lama bermanja dengan kebahagiaan itu, tapi katanya hidup ini bak roda yang berputar, kok lama ya putarannya itu sampai ke bahagia lagi dan begitu cepatnya sengsara itu menghampiri. Tidur pun tak lagi pulas, mimpi pun tak lagi indah, dan berpikir pun tak lagi luas. Walaupun begitu, aku ingat kata ibuku juga ustazku, kalau kau merasa gundah bacalah Al-Quran. Iqra' fa tafroh, read then you'll be happy. Aku jamin itu. It works.

03 Desember 2013
Kata mentorku tadi malam," Tidak masalah kalau kalian buat salah, tapi ingat jangan buat kesalahan di tempat yang sama. Apabila hari ini yang salah A, maka besok B, jangan salah yang A lagi, itu namanya kalian tidak berkembang. Jangan takut salah, coba saja, buat saja."#Mas Pinchu..mentor kamera

04 Desember 2013
Di kala semua manusia menumpuk ramai dalam kesibukannya masing-masing dengan seluruh skill yang mereka gunakan untuk bekerja, pasti ada saat mereka jenuh, bosan, penat, letih, dan tidak fokus. Di saat seperti inilah agama datang sebagai hujan di kala kemarau panjang yang turun menembus semua unsur kehidupan dan memberikan kelegaan bagi dahaga yang menyerang. Tetesan air wudhu' melekat sejuk di bagian wudhu' menyegarkan tubuh dan meringankan pikiran. Sholat mengembalikan sistem pergerakan tubuh yang telah bekerja hebat dan melemah di titik jenuhnya. Ringan dan simpel sebenarnya, tapi maukah kaki ini melangkah, dan maukah badan ini bergerak ke arah kiblat? It's a big question for us to answer....!#dinginnya air kran mushola plus AC dan hujan yang melanda. Frozen.

06 Desember 2013
Jumat mubarak. Semua berawal dari sana. Disanalah aku mempelajari banyak hal. Aku tahu baik dan buruk dari sana pula. Disana pula aku beraktivitas, dari sana aku berkreativitas, dan dari sana aku bermimpi agar berpikir intelektualitas. Semua yang mereka berikan kepadaku kuanggap hal yang berkualitas dan akan kuingat tanpa batas. Disana juga cita-citaku meretas. Mereka katakan penjara suci, tapi itu adalah tempat suci yang menyimpan tempat ibadah dan orang-orang "suci". Karena tempat itu hanyalah bangunan tanpa orang yang berkutat didalamnya, tapi dari sanalah banyak lahir pemikir, pejuang, saintis, dan orang-orang pilihan. Aku sudah belajar dan mengajar pada tempat itu. Hanya berharap yang terbaik baginya. Amin.

07 Desember 2013 
Sabtu ini penuh dengan segalanya. Mulai dari pagi aku panik karena dompet ketinggalan di kost, sampai saat aku menulis ini aku reuni bersama teman-teman Pembibitan PTAI 2012 di Ciputat, kebahagiaan bertemu dengan Dian K. Sari Sutanto, Embun Pagi, M Syaifuddin Zuhri, Pika Merliza Soemali, Mary Silvita, Ummi Khamidah, Hibatun Wafiroh, Sabiqotul Husna, kang Zaenal Muttaqin, Anisah Budiwati, Sonya Meitarice, Wahyu Nas, Nuning Wahyu, Sri Handayana, tapi tak berjumpa dengan Yhaya Usman, someday maybe. Oh, ya aku juga berjumpa dengan Rahimah Yulia Fransiska dan Sondi Silalahi. Pertemuan ini merupakan hal yang tak lazim terjadi, indah sekali, berwarna, euforianya berbeda saat bersama dengan mereka, tertawa dengan tulus, bercanda dengan apa adanya, dan menjadi kami yang apa adanya, membuat kami menjadi contoh bagi mereka yang belum memanusiakan manusia. Aku akan ingat semua ini. Kenangan dan canda gurau ini akan membatin dan memproses kita sebagai apa yang disebut keluarga.

12 Desember 2013
Didalam lamunan sepiku terkadang aku bertanya-tanya dalam hati, mau dikemanakan ilmu tafsir dan hadisku ini, setahuku ilmu yang tidak diamalkan apalagi diajarkan bagai pohon yang tidak berbuah. Seorang Jimi Hendrix pun kalau dia sudah bertahun-tahun tidak memetik gitar pasti dia akan lupa kunci G atau A minor, seorang Mariah Carey kalau dia tak pernah olah vokal maka bisa-bisa dia fals dan buta not, termasuk seorang akademisi, apabila dia tidak pernah mengajarkan apalagi mengamalkan apa yang dia miliki pasti semua akan samar-samar. Do what you love, love what you do "even you don't or you don't love. Itulah yang banyak orang alami saat ini. Termasuk.......? Kamu juga?

12 Desember 2013
Dengan segenap rahmat dan kasih, maupun sayang dari Tuhan, bahwasanya kekuaatan doa dan iman memang "tokcer". Memercayai-Nya, mengkultuskan-Nya, dan menghambakan diri kepada-nya adalah satu wisata rohani yang berbeda pada setiap insan. Kenapa harus aqidah yang kokoh, agar akar itu tidak mudah tercabut dari tanah. Pastinya untuk menanam akar itu dibutuhkan tempat yang spesial dan penuh dengan keyakinan. Sama dengan yang mungkin saat ini kita jalani, mengantar nyawa ini akhirnya ke hadapan ilahi. Jadi, apa yang kita lakukan walaupun orang sekitar tidak percaya, kita harus percaya. Believe what you do and do what you believe. In a good way pastinya.

14 Desember 2013
Tuhan itu tidak akan pernah tidur, Ia selalu "melek" untuk mem-browsing mana umatNya yang KW atau orisinil beribadah kepadaNya. Dia punya seluruh file kehidupan kita. Sampai-sampai video diri kita sendiri yang berformat 3gp, mp4, dan bahkan foto-foto jpeg kita Dia juga punya. Tak akan bisa kita lari dariNya. Kalau Dia lihat kita taat, pasti musibah Dia berikan juga, bukan berarti Dia marah dan benci, tapi Dia sayang dan cinta pada kita. Sekuat apa kita bisa bertahan dengan semua musibah itu. Sabar tidak hanya dalam musibah, dalam taat juga harus sabar. Kuatlah, karena sabar itu adalah batu yang sangat keras yang harus kita tahan sekuat-kuatnya. Tegarlah, karena pasti ada bertrilyun-trilyun hikmah dibalik musibah itu. Bercerminlah, mungkin kita ada salah. Perbaikilah, semoga surga yang kita terima nanti.#for everyone I love...!

16 Desember 2013
Entah kapan pertolongan Tuhan akan datang. Walau semua doa dan ibadah telah ekstrem dilakasanakan, tapi kalau belum ada ijabah ya tidak maqbul namanya. Ibarat kata, kalau obat katanya bisa menyembuhkan penyakit, tapi kali ini efek obat tersebut tak mujarab. Apalagi berdoa ingin gaji besar diatas UMR, haruslah usaha dan doanya berfusi. Istikharah yang akan menjadi panduan apabila kita sedang dalam beberapa pilihan. Banyak yang perlu dikomentari sebenarnya, apalagi kita menjadi komentator bagi diri kita sendiri. Semakin sering kita interopeksi, semakin banyak "borok" keburukan yang kita bisa korek. Galau? Boleh, tapi jangan lama-lama, langsung wudhu, sholat, doa, dan lanjut baca alquran. Akhirnya pertolongan dari Tuhan kita imani akan datang, kalau belum ada juga, tunggu saja, Dia Maha Tahu kok..! Tapi ingat, jangan sekali-kali berpaling, awas...!

19 Desember 2013
Selama ini aku berpikir kalau menjaga hati orang itu adalah hal yang terpuji. Tapi saat ini jangankan menjaga hati orang lain, bahkan orang lain pun tak mau menjaga hati kita. Kali ini dan tepat pada momen ini aku menjelajah lalu aku temukan satu mindset hidup yang berbeda. Hidup ini lagi-lagi keras. Pemandangan pocong yang seharusnya ada di pemakaman muncul di halaman Monumen Nasional. Entahlah, apa saja mereka lakukan untuk sepiring nasi, segelas wine, dan semangkuk es krim banana split. Mewah ya!!!! Entahlah.....!

20 Desember 2013
Mimpi yang indah tadi malam. Aku kembali ke pesantren dan melakukan hal wajib seorang organisasi yakni menghitung anak-anak. Dari "wahid" hingga 'asyarah". Hal itu pernah terjadi berulang-ulang lebih dari 7 tahun aku melakukan hal itu. Entah apa yang membawa aku sampai pada de javu itu lagi. Tapi kini semua sudah berubah, aku tak lagi ada disana. Tapi aku selalu berdoa tuk yang ada disana. Semoga mereka juga mendoakan aku yang ada disini. Itulah koneksi. Biasanya koneksi yang jauh itu lebih menyetrum daripada yang dekat. Walaupun ada Skype, Facebook, Twitter, Whatsapp, Instagram, Path, dan lain-lainnya, tapi koneksi hati lebih cepat terasa getarannya dibandingkan itu semua. Karena hati yang diciptakan Tuhan ini adalah hal primer dan buatan manusia tadi adalah sekundernya, dan tersiernya adalah yang belum memahami fungsi keduanya. #Jumat yang agung.

22 Desember 2013
Ada kalanya kita merasa diri ini busuk, buruk, dan terpuruk. Kita sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk, tapi jangan jadikan diri kita seperti kerupuk. Sebagai orang yang sholeh kepada Tuhan. Jangan pernah meremehkan diri sendiri. Jika kita tak bahagia dengan hidup kita, perbaiki apa yang salah dengan hidup kita, dan teruslah melangkah. Ada kalanya juga kita dihina, dicaci maki, dan disakiti oleh orang lain. Jangan pernah membenci mereka, itu hanya akan menjadikan batin kita semakin tersuruk. Walaupun mereka menjatuhkanmu, ingatlah mereka yang membuat kita semakin kuat setiap hari. Berat memang masa-masa itu, sama seperti awal siklus hidp kita, bayi = merangkak, remaja = libido, dewasa = kehidupan, dan tua = kematian. Jadi, tidak peduli seperti apa hidup kita, karena kita selalu punya pilihan untuk melihat sisi baik dan sisi buruknya. Tuhan berfirman "iqra". Pelajari apa yang terjadi. Itulah anjuran yang pertama Rasul kita terima, untuk kita amalkan. #Mulai kerja subuh*hari Minggu yang tak ditunggu.......!

26 Desember 2013
For me, today is such a tiring day. Berkutat dengan keyboard komputer, mouse yang suka double click sendiri, menambah rutinitas hari ini menjadi sedikit peluh. Kerja itu harus keras. Kerja itu kudu ikhlas, dan kerja keras itu pasti dibalas. Kerja mencari rezeki, rezeki tidak akan pergi kemana-mana, tapi kalau tidak kemana-mana mana bisa dapat rezeki. Tuhan sudah benar dengan mengatakan bahwa burung-burung yang ada di langit pun sudah ditetapkan rezekinya. Nah, kalau sudah ditetapkan, maka tetapkanlah ketetapan hati kita untuk meraih rezeki itu. Di belahan bumi mana pun kita berkeliaran mengais cucuran rezeki itu, maka kita harus mengikuti aturan yang berlaku disana. Follow the rule, enjoy the rule, rule ourselves, behave, and pray the best for every single moment we forgot.

30 Desember 2013
Malam Selasa ini hujan. Dari pag sebenarnya Jakarta sudah diguyur hujan. Awet memang hujannya. Dinginnya hari ternyata tak sedingin hati mereka. Entah apa yang membuat mereka ingin murka saja. Entahlah. Aku hanya mengerjakan tugas, tugas selesai bebas. Aku tetap coba untuk tersenyum walau mereka seperti diamuk massa hatinya. Ikhlaskan saja walau mereka seperti itu. Iya kan saja, biar cepat. Jangan dibantah maupun disanggah. Hidup ini keras. Tapi jangan keraskan hati dan pikiran. Lembutkan dengan doa dan ibadah. Tuhan Maha Tahu yang terbaik itu kita.

03 Januari 2014
Hasil mentoring tadi malam menunjukkan bahwa hasil karya yang besar itu diperoleh dari sesuatu yang "simple". Terkadang kita ingin yang "grande" tapi akal kita "mini",tak akan sanggup menuju resolusi akbar. Sesuai sajalah dengan apa yang kita miliki dan kuasai,lalu aplikasikan ke hal lain, ya sejenis infiltrasi lah namanya. Setiap individu punya powernya masing-masing. Ketahuilah skill kita sendiri, asahlah, binalah, dan mantapkanlah,walaupun kita sedang berada di tempat yang kontras dengan pribadi kita. Amati, pelototi, pelajari, resapi, dan amalkan. Semoga kita menjadi insan biasa yang akan membiasakan yang banyak orang tidak biasa dengan kebiasaan itu.#Jumat is a great day of week.

06 Januari 2014
Ibu maunya aku begini, ayah inginnya aku begitu, kakak niatnya aku seperti ini, abang-abangku hanya ikut-ikut saja. Guruku pilih sekolah, temanku hanya menikmati hasilnya saja. Boss ku pikirannya hanya kerja beres saja, kolegaku minta tolong kepadaku. Tapi aku ingin semua ingin, niat, mau, pikir, tolong, dan nikmat itu berjalan lancar. Karena aku ingin kita bersama ke "Firdaus" bareng dan hindari "Jahannam". Lagipula Tuhan kita ingin kita berjalan, berpikir, berniat, dan berkelakuan yang baik-baik saja. Itu saja kok....!

10 Januari 2014
Aku berpikir aku bisa melakukannya. Aku merasa aku kuat untuk menahannya. Aku yakin aku cukup optimis untuk menembusnya, padahal itu memang hampir mustahil untuk dicapai. Tapi, aku dulu pernah membaca buku dan didalamnya dikatakan "impossible is nothing". Tetapi hal ini rasanya seperti tidak mungkin dapat kulakukan, kutahan, kuyakini, dan kutembus. Sampai suatu saat aku menemukan cahaya diujung gang sempit dari impuls pemikiranku, ternyata itu adalah doa dan ibadah yang tulus, juga selalu mengajakku pada ketenangan. Berusaha untuk tetap tegar dan tegak berdiri dan mesih mencari celah-celah sumber cahaya tersebut. Semoga permohonan doa dan ibadah mengantarkan aku dan kita semua pada semua cahaya ilahi itu. Amin. # Jumat yang bercahaya....!

12 Januari 2014
Hujan ini tidak berhenti dari Sabtu kemarin. Selalu awet tanpa putus ia jatuh ke bumi. Bingung ingin apa, buat apa, bahkan pergi kemana. Tapi inilah kesempurnaan hidup di bumi. Mungkin tidak ada hal seperti ini di planet lain. Kadang Tuhan memberikan segla sesuatunya dengan maksud dan tujuan. Kita sebenarnya yang minta. Minta lebih. Diberikan lebih ingin lagi. Diberi kurang minta lebih. Sekarang ini contohnya, hujan yang turun tiada henti ini menunjukkan kekuatan Tuhan. Terkadang kita minta kaya padahal kita belum sanggup, ingin jadi juara kelas tapi baca malas, ingin naik jabatan tapi main setan. Itulah manusia yang selalu ingin lebih. Terkadang kita harus belajar dari fenomena alam yang diciptakan Tuhan buat kita, tidak hanya kita nikmati tapi pelajari maknanya. Jangan sampai kita akhirnya merugi, gunakan waktu yang diberi, jangan sampai menyesal akhirnya gigit jari. Lihat, pelajari, siasati, dan resapi.#@Depok dengan hujan yang tiada berhenti hingga kini.

15 Januari 2014
Dalam kekalutanku kemarin,ternyata masih ada sejumput asa yang tersisa. Berinteraksi hebat dengan orang yang aku hormati menjadi alternatif pilihan dikala mendung itu datang. Ini yang kumau dan bukan ini juga yang aku inginkan. Segala ke-plong-an jiwa ini berasal dari perjuangan semesta. We don't live alone in this world, kita butuh orang lain, sekuat apapun kita, sehebat apapun kita, sejenius apapun kita, kita tak akan pernah hidup dalam kesendirian. Kita butuh yang lain menandakan kita lemah,dan itu untuk menyempurnakan kehidupan kita, itulah mengapa Adam butuh Hawa pada saat disana. Kalau kau merasa sedang di uji anggaplah itu ujian, cobalah ikut bimbingan belajar mental dengan sekali-sekali mencoba try out-nya, semoga bisa lulus sampai ujian akhir nanti dan lanjut ke ujian-ujian berikutnya.#Kebon Jeruk, Jakarta yang masih dilanda hujan.

21 Januari 2014
Hidup ini adalah pilihan. Terkadang kita sesekali ceroboh dalam menentukan pilihan, baik itu teman, pekerjaan, jodoh, dan lainnya yang pada akhirnya membuat kita membatin dan gigit jari. Semua itu kembali pada passion kita, apa yang kita mau dan apa yang kita senangi kita lakukan, jangan sampai seperti ikan yang berenang di pasir, mungkin dia bosan hidup di air jadi dia mencoba untuk mencari sesuatu yang baru, padahal itu hanya membuatnya tersiksa. Begitu jugalah kita jangan menjadi seperti ikan itu, malah-malah nanti habis oksigen dan mati pula secara mendadak....!

04 Februari 2014
Sudah lama aku tidak membuka buku-bukuku. Sudah lama aku tidak menjamah lagi tulisan-tulisanku yang tak bertuan di laptop. Entah kemana inspirasiku berhambus? Ada banyak sekali sesal saat aku meninggalkan semua buku-bukuku di kota kelaharinku. Beli buku mahal bukan untuk boros uang tapi aku husnuzhon buku-buku itu jadi aset bagi siapa saja yang menginvestasikannya dengan baik, bukan hanya menjadi tumpukan dan dijejerkan untuk koleksi rak buku saja. Buku jendela dunia, buku ada yang memihak kubu, buku menelurkan kutu buku, buku tak membuat orang menjadi cupu apalagi kepo, dan buku adalah bahan bakar manusia untuk berhasil. Ada kalanya buku menyesatkan pembacanya, buku juga bisa jadi penghasut, dan buku banyak membuat orang jadi pemicu kriminal. Nasib buku ada di tangan penulis dan pembaca. Mereka harus detil dan tidak ada sentimentil. Banyak baca, banyak tahu, banyak tahu, jadi banyak lupa, lebih baik lupa daripada tidak tahu.#Iqra'Manajemen

07 Februari 2014
Kau bilang anugerah itu ada. Kau bilang rezeki bertambah. Kau bilang takdir itu nyata. Kau bilang menjaga malu itu baik. Kau bilang belajar itu pasti diangkat derajatnya. Kau bilang sholat itu untuk menghindari perbuatan keji dan mungkar. Kau bilang zakat itu menyucikan diri. Kau bilang naik haji untuk melengkapi. Kau bilang berdoa akan menyejukkan. Kau bilang tahajjud akan dapat tempat terpuji. Kau bilang surga tempat terbaik. Tapi kau lari, kau dusta, kau munafik, kau keliru, dan aku akhirnya kecewa. Mulut siapa itu? lidah biawak, atau janji iblis? Ohh, ternyata itu KAU yang selalu bilang-bilang...!#Jumat Yang Agung
 
09 Februari 2014
Sebagai manusia kita seharusnya selalu bersyukur dengan apa yang diberikan Tuhan kepada kita walaupun itu sedikit apalagi banyak. Manusia yang saya tahu itu katanya pasti pernah berbuat salah, kata ustaz saya di pondok dulu manusia itu bahsa arabnya insan dari akar kata "nasiya" yang artinya lupa, makanya manusia sering lupa nikmat Tuhan yang telah dikucurkan pada manusia itu. Tapi setelah lama membolak-balik buku-buku akhrnya saya temukan ternyata ada salah satu mufassir yang mengatakan bahwa lebih tepat insan itu terambil dari akar kata "uns" yang artinya jinak, harmonis, dan tampak karena kata insan dalam Alquran lebih sering dihadapkan dengan kata jin yang berarti tidak tampak. Boleh juga kita yakini ini, karena sebenarnya manusia yang diciptakan Tuhan ini pasti ada maksud tersembunyi kenapa kita dibiarkan menjadi khalifah di muka bumi ini. Artinya kalau sudah sempurna kita harus totalitas, jiwa dan raga beribadah padaNya, kita sudah beda dari makhluk yang lain, harus bersikap baik, berjalan lurus, berakal sehat, dan beribadah yakin. Inilah fitrah kita wahai "insan".
 
13 Januari 2014
Entah kemana ide ini akan berlabuh. Rasanya ingin aku tumpahkan semua ide ini dalam naungan ilmu, berharap akan menjadi hal yang berguna. Aku ingin sukses dengan menjual ide-ide ini, aku ingin orang lain juga merasakan yang sama. Sama-sama senang. Aku ingin berpikir bebas dan bergerak bebas dengan ide yang aku anggap brilian ini, walaupun tampaknya jauh dari keberhasilan tapi harus optimis ini pasti sedikit demi sedikit akan berjalan. Setidaknya aku bisa mengurangi beban otakku dengan menelurkan salah satu ide ini. Ide ini pasti akan menginspirasiku dan orang lain, ini ide spektakuler, ini ide jenius, ini ide maknyus, dan ini ide yang pasti bisa membuat orang terbius. Ide-idean tak ideal lagi, akal-akalan jadi solusi, bulus-bulusan jadi investasi. Ide tanpa kerja sama dengan nol, kerja tanpa akal sama dengan bunuh diri, apalagi ngerjain orang dengan akal bulus meyakinkan semua usahanya pasti mulus. Ah, ide hanya ide, jadi kode tanpa mode. Tapi tanpa ide tak ada kode dan mode, jadi kerjakanlah idemu walau banyak yang menganggap kamu omong gede. Idelah yang buat kita menjadi orang gede.#IdeMalamJumatyangGreat
 
19 Februari 2014
Menjadi dewasa adalah salah satu option hidup ini, begitu juga menjadi menjadi kekanak-kanakan. Umur yang bertambah tidak berarti bijaksana juga meningkat, begitu juga sebaliknya yang cilik belum tentu tak bijaksana bahkan terkadang mereka lebih bijak daripada yang lebih tua. Tapi ada baiknya mendengarkan orang yang lebih tua dari kita, bukan berarti mereka lebih hebat, tapi karena mereka lebih banyak mengecap pahit manis hidup ini. Inilah keseimbangan alam, ajarilah yang baik kepada yang masih hijau agar kiranya rotasi kebaikan dan kebijakan akan dilanjutkan oleh yang "hijau-hijau" ini. Begitu juga sebaliknya kalau buruk yang kita pertontonkan akan berakibat fatal pada kita dan reinkarnasi berikutnya. Siapa yang memanggang kue semoga akan dapat manisnya, siapa yang menggoreng arang akan dapat pahit dan hitamnya rasa.
 
22 Februari 2014
This time, I just felt that I was in remorse. Many things happened outside my life but I even couldn't control it as well as fully undergo within my whole life. It wasn't commensurate like I knew before, I studied hard and struggled harder than my friends did. I felt like somebody put blindfold over my eyes to make me feel wobbly. I never dodged anyone's speaking and talking, even i was all ears for them, and never be pompous, but in fact they exiled me and hoped that I was alone. Finally, i wigged out because of their actions toward me, they diddled me, they were fraud, then i was afraid of them, no, i was scared of myself. I attempted to be decent, and in charge for my own way, not letting them cast in lot with my problem. Just sod off...! They didn't have certifiable results for me, they just gave me runaround answers. Yet, I wouldn't burden them for me, I wasn't bluffing with them, they thought that I was a kook. They're wrong, but they're wankers. Hahaha, I could laugh, i just digress, but it's inevitable. ooh, please, just let me feel this freedom even just a second.
 
02 Maret 2014
KNO, itulah yang tertera di bandara tujuan yang tertera diatas kertas tiket pesawat yang terselip diantara tumpukan buku-bukuku. Ah, lagi-lagi kembali, kembali lagi-lagi. Tapi inilah memang yang seharusnya terjadi, inilah proses, proses inilah yang berfluktuasi, hanya menjalankan dan berjalan maju, jangan mundur. Hidup jangan kendur, mundur, dan luntur. Semoga perjalanan subuh ini menjadi perjalanan yang ampuh dan tak luluh oleh secerca gerimis yang ikut menemani perjalanan ini. Medan, I'm coming......!
 
18 Maret 2014
Ada kata yang tak bisa terucap walaupun itu sudah ada di ujung lidah. Ada pelukan yang tak bisa tak bisa terangkul walaupun sudah ingin bersama. Rasa itu pernah ada, rasa itu pernah pergi, rasa itu takkan berlama-lama lagi, tapi rasa itu bersemi kembali. Ini muslihat, ini seperti tak nyata, ini bukan mukjizat, ini hanya kepribadian yang kembali lagi. Ingin bersama lagi, ingin berkeluarga lagi, ingin bertegur sapa lagi, dan bahkan ingin lebih bercengkerama lagi. Usapan kasih dan untaian kata cinta yang telah Tuhan hidayahkan kepada seluruh makhluk menjadi sempurna apabila rasa itu diutarakan dan dipraktikkan dalam memenuhi kesabaran dalam menghadapi orang yang pernah berkhianat kepada sesama makhluk. Semua cinta hanya untuk Sang Maha Pencinta dan Sang Maha Pengasih maupun Penyayang, cintailah, kasihilah, dan sayangilah kami, semoga kami dapat mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti Engkau lakukan dan berikan pada kami hamba-Mu. #semoga bersemi seperti dulu lagi, and get well soon ya...!
 
19 Maret 2014
Semakin hari semakin mendekat. Dekat tapi jauh, ada yang jauh malah semakin mendekat. Kau ingat tawa yang kemarin? kau ingat tangis yang dahulu? Apakah kau masih ikhlas menerimaku yang sudah melanglang buana ini? Kurasa tidak, mungkin juga iya. Aku ingat petuah Tuhan, siapa yang berbuat baik walau sedikit pasti dibalas, dan siapa yang berbuat keji walau setitik pasti diganjar juga. Ini mungkin balasan dari Sang Maha Pemberi, Dia memberi balasan atas apa yang kita perbuat, aku tak mau diganjar buruk di hari kelak, aku ingin Tuhan memperhatikan aku saat ini, tegur aku, sindir aku, dan jangan kau lepas aku. Biarlah aku lepaskan rasa ini, rasa yang tak pernah bisa aku ukir lagi, dan rasa yang telah aku patrikan untuk sendiri. Asal jangan aku dijadikan wayang yang kau gerakkan untuk kepuasan hatimu.
 
31 Maret 2014
Diam ini bukan karena aku ingin. Diam ini karena ini adalah tuntutan. What else shall I say? Jiwa ini punya niat yang tulus, hati ini masih selalu berzikir, tapi mulut ini tak tertahan untuk tetap terus menggebu-gebu. Aku bukan yang kalian inginkan, aku bukan yang kalian harapkan, dan aku bukanlah seseorang yang dapat memberi kalian jaminan untuk dapat piala kesuksesan di kemudian hari kelak. Bahkan Rasul pun tak bisa memberi garansi bagi orang-orang yang dicintainya. Aku ingin kalian penuh dengan "respect" itu saja. That's it. When you do respect people, you will be respected.
 
05 April 2014
Bertambah usia memang kodrat. Bertambah dewasa memang berat. Umur boleh segumpal, tapi keberanian belum tentu menggunung. Katanya sih bukan bertambah umur, tapi berkurang jatah beras untuk dinikmati di dunia. Segala doa dan harapan yang dilayangkan menjadi senyum lebar yang takkan habis untuk satu hari ini. Aku senang, aku riang, aku girang, dan aku takkan gamang. Terima kasih dari lubuk hatiku yang terdalam bagi kalian. Tuhanku, doaku hari ini adalah selamatkan kami semua dari siksa api nerakaMu dan perhatikan kami lebih lagi agar kami selalu "zikir",fikir, tapi jauhkan kami dari kikir ilmu dan harta. Amiin.
 
17 April 2014
Hanya aku yang tahu yang kau tidak tahu. Aku tahu kau menangis bukan tanpa alasan yang memberatkan hatimu. Air mata itu seperti gumpalan berlian yang jatuh tanpa henti. Selalu dikembalikan seperti bola pingpong dan akhirnya di-smash hanya dua "options" yang ada, masukkah dia atau out. Jauh dari Tuhan bukanlah pilihan bijak yang kau ambil, jauh dari makhlukNya apalagi. Aku susah untuk menebak apakah kau sanguins, koleris, melankolis, atau apalah itu satu lagi plegmatis mungkin. Kau introvert atau ekstrovert mungkin kau adalah seorang penipu ulung? Kau adalah Lupin atau Kid di kisah Detective Conan, tapi satu hal yang masih aku percaya darimu ialah kau adalah makhluk Tuhan yang pastinya bisa bersedih. Follow every lead guys....!
 
20 April 2014
Seperti layaknya seorang guru yang selalu merasa lebih pintar dari muridnya. Seperti layaknya seorang hakim yang selalu merasa lebih benar dari terdakwa, dan seperti seorang pengemis yang selalu merasa lebih miskin dari pengemudi Jaguar. Seperti inikah kita dinobatkan di muka bumi ini, dengan selalu merasa lebih dari yang selalu merasa kurang. Seharusnya kita dapat melengkapi segala kekurangan dan menyamaratakan kelebihan. Berat rasanya untuk adil, ada yang lebih Maha Adil. Kita hanya bisa bersatu dan berpisah, merasa malas untuk maju dan enggan untuk bertanya. Sombong dan angkuh yang terpancar dari sikap kita. Malu seharusnya kita. Jangan berpikir kita hebat kalau ada yang Maha Hebat, jangan berpikir pintar kalau ada yang Lebih Maha Pintar. Think ant, not elephant, mulailah dari yang sederhana lallu beranjak ke yang agung. Berusahalah, bertanyalah, dan jangan sok tak mau tahu. Rendahkanlah hati, jangan berang kalau dinasehati. Mungkin dia yang lebih rendah dari kita adalah pijakan bagi kita untuk menempuh tanjakan yang lebih tinggi nantinya. #Minggu siang yang sepoi. Jadilah angin yang bersemilir di siang terik.
 
21 April 2014
Hei kamu! Ya, kamu. Kamu tidak tahu kan selama ini ada orang yang selalu bercanda tawa denganmu, berguyon, dan bahkan berjalan seirama langkah kakimu, tapi ia terasa jauh dari sosialiitasmu. Sepertinya dia anti-sosial. Mungkin. Di kala kamu merawat dia pada saat ia kesakitan, di kala kamu menenangkan dia pada saat dia sedang gundah gulanah, di kala kamulah satu-satunya orang yang dia datangi kalau ia sedang dalam musibah. Tetapi disaat kamu terluka karena goresan pisau, obeng, atau silet, dia hanya berkata, "jangan cengeng dong", dan berdalih, "aku takut darah". Janganlah cepat merasa orang yang selalu memberimu mawar adalah orang yang selalu mendoakanmu, mungkin dia menyelipkan racun diantara mawar tersebut. Dia itu tidak tahu atau tidak mau tahu. Walaupun begitu, berdoa sajalah pada Tuhan agar dia selamat, sehat, dan bukakanlah mata hatinya. Katakan dalam doamu "Tuhan, doaku hari ini ialah sembuhkan luka tanganku dan luka hatiku, dan jangan sakiti sahabatku, lindungi dia, buat dia selalu aman, karuniai dia, dan berkahilah dia. Setidaknya kalau belum sanggup menjadi Muhammad, bertindak seperti apa yang Rasul ajarkan pun sudah menjadi alternatif terbaik untuk kehidupan sunnah kita.#biarlah pembalut luka ini, obat merah, kapas, dan alkohol ini yang menjadi pengobat, dan obeng ini yang menjadi terdakwa atas kesadisan yang dia perbuat.