adhan dit

adhan dit
a secret makes a man man

Kamis, 07 Agustus 2014

Dari sekian kali aku mencoba, sudah banyak yang aku dapati kesempatan itu. Tapi semua itu seperti pergi dan menghilang seperti melihat bayangan dalam halimun. Hidup ini memang pilihan, tapi mendengar nasihat tidak kalah pentingnya. Bahagia bukan dilihat dari banyaknya harta yang didapat. Bagaimana merasakan hal yang tak pernah dilihat secara zhohir. Dunia ini fana, dunia ini hanya sebentar, ingin rehat selamanya dengan tenang ada surga yang dipaparkan nanti. Jadi, carilah kebahagiaan itu dengan mata hati bukan dengan mata duitan...!
 
Selama sepekan terakhir Medan dan sekitarnya dilanda panas yang lumayan ekstrem. Naluri ini hanya merasa ingin menceburkan badan kedalam air sejuk nan dingin saja. Hari ini setelah kurang lebih 6 bulan yang lalu aku melakukan renang di luar kota Medan dalam rangka pelatihan karyawan yang dipimpin oleh marinir dan bahkan sekarang telah menjadi eks karyawan (hehehe). Renang hari ini cukup dapat melenyapkan penat, panas tubuh ini, sedikit dapat mengobati rasa rindu akan hadirnya kucuran air ke tubuh ini selain mandi harian. Bermain, berenang, bercanda, tertawa, dan berkelakar menjadi hal yang menyokong hari-hariku yang ingin aku lalui secepat kilat. Aku pernah baca sebuah hadis tentang renang, yang memang Rasul menyuruh agar kita berlatih renang, memanah, dan berkuda. Renang sudah, tinggal memanah dan berkuda yang belum. Kapan ya?? Agar lengkap anjuran hadis ini.
 
 
Menyusuri jalanan berdebu dan berbatu pun harus kutempuh demi generasi masa depan agama ini. Pencarian guru ini bagaikan mencari jarum dalam jerami, susah sekali. Hubungi sana, hubungi sini, tapi masih belum berbuah manis. Berat memang rasanya kalau kita sedang perlu tapi tak ada yang hinggap walaupun satu. Tapi mencari sampai kapan pun akan ada jalan keluarnya, sama seperti mencari ilmu, susah memang, tapi kalau terus menerus tanpa henti dan letih, pasti Tuhan takkan tinggal diam, Dia Maha Penolong, Ia pasti bantu kita. Mohon doa dari teman-teman dan siapa saja yang membaca status ini, agar kiranya pencarian ini berakhir dengan lancar. Di senja yang tenang dan terdengar sayup-sayup suara bacaan Alquran aku memohon pada Allah, kiranya mengabulkan doaku ini. Amin.
 
  Alhamdulillah. Pagi ini hanya untuk menjelajahi Medan dalam mencari kitab-kitab klasik lumayan membuahkan hasil, dari 9 kitab hanya 6 saja yang berhasil terhimpun. Alhamdulillah. Siang hari menjelang sore tanpa diduga angin kencang dan langit yang gelap menemani ashar hingga maghrib kali ini agak sedikit berbeda. Hujan turun. Alhamdulillah. Setelah sekian lama menunggu butiran-butiran sejuk itu, akhirnya datang juga. Tapi kali ini ada yang berbeda ba'da asharnya, mengkaji kitab turats dengan anak-anak menjadi majelis ilmu yang sudah lama hilang disini. Berbagi ilmu, berbagi nasihat membuat suasana dingin terasa damai. Alhamdulillah. Jangan sampai perkumpulan ini pecah, jangan sampai pertemuan ini musnah, jangan sampai himpunan ini terenyah, dan jangan sampai kemenangan ini mengalah. Alhamdulillah Ya Allah.
 
  Tanpa pakai peci, aku langsung dipaksa untuk naik mimbar Jumat tadi siang. Aku pernah mengajari anak-anakku bahwasanya kalau kita naik panggung tanpa persiapan maka kita akan turun tanpa penghormatan. Itulah yang hampir terjadi padaku tadi siang. Setelah mengucapkan salam kepada para jamaah, langsung aku mengingat perkataan ustazku beberapa tahun lalu kalau anak santri itu harus "multitalent", harus bisa segalanya, kapan saja, siap saji dimana saja. Untuk ummat kalian harus kuat mental, jangan belajar ilmu instan apalagi menjadi "ustaz instan" yang banyak beredar sekarang di TV, itulah yang sekarang benar-benar terjadi, padahal dia berkata tentang itu bertahun-tahun lalu tetapi hal itu nyata terjadi saat ini. Santri harus bisa, santri harus berani, santri harus percaya diri, santri itu juga harus berkutat dengan masalah ummat saat ini. Lamunanku saat azan kedua sholat Jumat tadi membawaku ke masa lalu saat aku masih dicekcoki banyak ilmu dan buku pelajaran agama. Aku bersyukur aku menjadi santri, aku juga bangga mendapat titel santri. Santrilah yang membuat aku masih berdiri tegak sampai saat ini. Jangan pernah buang hidayah menjadi santri yang Allah takdirkan bagi kalian yang merasa santri atau pernah menjadi santri.#Akubanggamenjadisantri.
 
  Kalau hanya untuk sehari saja, lebih baik kau tiada. Kalau hanya untuk coba-coba lebih baik kau mundur saja. Kalau hanya untuk menyakiti, lebih baik kau pergi saja. Keberadaanmu hanya menjadi momok yang akan mengancam nyawa setiap kami yang bertemu denganmu. Kalau kau hanya membuahkan tajrih bagi bibir-bibir sinis yang menganga disini, lebih baik kau menghilang saja. Tapi kalau kau bisa membuat mulut ghibah ini menjadi ta'dil terhadap sikap dan perilakumu, kau boleh saja disini, bahkan untuk waktu yang tak terbatas tanpa garansi sama sekali. Agak haram sepertinya keberadaanmu disamping kami, paling tidak makruh littahrim lah. Bersikap natural sajalah, jangan sombong dengan apa yang kau punya. Kau hanya keluaran kotak kapur yang loncatanmu tak setinggi manusia-manusia yang menjadi alumni kotak kulkas. Bercerminlah, sadarilah, pahamilah, dan tawadhu'lah semoga kami dapat berbaur denganmu.
 
  Menjagamu agar tak lapuk oleh waktu adalah tugasku. Merawatmu agar tak basah oleh hujan adalah tugasku. Mengamalkan isi-isimu adalah tugasku sebagai sarjananya. Mengajarkan apa yang ada didalam dirimu adalah suatu kebanggaan bagiku. Mengikuti apa yang kau perintahkan adalah jalan yang kau berikan bagi semesta. Engkaulah salah satu tuntunan yang ditinggalkan oleh Rasul pada kami ummat yang pernah dilihatnya tapi selalu diingatnya bahkan sebelum beliau wafat sekalipun. Ummati, ummati. Inilah jalan yang aku pilih, inilah hidayah yang telah Tuhan hadiahkan, jagalah, dan bersyukurlah sudah menjadi yang terpilih. Menjelang tamu suci yang akan datang ini kami berharap agar dapat terus meyimpan hadiah yang Engkau berikan ya Rabbana.
 
  Para imam telah disiapkan, para bilal telah ditentukan, dan penceramah akan banjir job sebentar lagi.Itulah rezeki mereka pada bulan yang akan datang sebentar lagi. Para umat menyambut dengan macam-macam cara. Shocked bahkan. Bahagia haru mungkin ini yang terakhir. Ibarat ruangan yang penuh dengan emas dan berlian, serta semua keindahan ada didalamnya, siapa saja pasti ingin meraihnya, bahkan sebelum pintu dibuka, mereka siap menunggu sampai pintu itu terbuka. Marhaban ya Ramadhan, marhaban berarti luas dan lapang, sehingga bagi siapa saja tamu yang datang ke Ramadhan akan disambut dengan hati yang lapang dan diberikan tempat seluas-luasnya untuk berhenti sejenak memperbaiki diri yang telah rusak di bulan- bulan sebelumnya. #Selamat berpuasa orang-orang yang ditegur Tuhan.
 
 
Ini jari sudah kaku tampaknya untuk menuliskan kalimat-kalimat. Sudah beberapa hari, minngu bahkan, tak ada kata yang mencuat dari sudut pikiran. Hidup ini perlu refreshing. Selama lebih dari 2 minggu, aktivitasku disibukkan dengan kegiatan akademik dan mengurusi santri baru. Lelah rasanya. Kemarin, kuusahakan untuk mulai menggerakkan badan ini, akibatnya aku tepar hingga pagi ini. Aktivitas kita kadang membuat kita sampai pada titik jenuh. Ingin tertawa, tapi lupa bagaimana tersenyum, terlalu sibuk mencari harta dan tahta. Ayolah teman, rehat sejenak..! Sekadar main tenis meja atau bercanda sehat ala puasa Ramadhan untuk membangkitkan lagi urat dan saraf yang menggerutu. Ayo..!
 
  Sudah kelu lidah ini untuk melafalkan bahasa itu. Beberapa tahun silam, aku mengganderungi bahasa-bahasa asing seperti Spanyol, Perancis, Jerman, dan Jepang. Tapi sekarang semua itu seperti tak bersisa lagi, lumayan lengketlah walau sedikit. Como esta? Comment alle vouz?dan sekedar hai pun bisa aku katakan. Tapi sekarang seperti hilang ditelan bumi. Besar hasrat hati ini untuk kembali lagi mengkaji, belajar duduk bersama, dan berbicara sendiri bak Louis Figo, Nadal, Takahashi, dan madame Dubois. Buka lagi ah buku-buku yang sudah berdebu tapi masih bertuan itu. Belajar untuk bahagia hati ini, bukan untuk dipuji orang, belajar memang bawaan badan, bukan paksaan orang tua apalagi pasangan. Belajar seumur hidup, bukan seumur hidup tak mau belajar. Jangan sampai dunia ini keras pada kita nantinya kalau kita tak mau sekedar "Iqra". Apalagi bismi rabbika pasti lebih dalam harganya.
 
Sudah tak berkelas lagi diri ini. Banyak yang pudar setelah sekian lama dipugar dan bina. Memutar otak untuk mencari rumus terbaik untuk memperbaikinya agar tak tergerus arus zaman. Sebenarnya agar tak kalah dengan "keluaran" kampus-kampus, mulai dari yang bergengsi sampai yang hanya mengejar akreditasi. Terkadang sang juara melemah karena kemenangannya yang sesaat, sampai lupa bagaimana berusaha saat ia jatuh. Sulit mempertahankan daripada menggapai. Melihat cermin pun enggan, jadinya seperti manusia yang dihujani oleh masa lalu yang labil, seharusnya bawa payung agar tak terkena imbas masa. Perbaikilah, berkacalah, bergegaslah, dan pantaskanlah diri sendiri. #tadabbur setelah sahur
 
  Seluruh dosa yang telah terkumpul sepertinya akan dibumihanguskan pada bulan ini. Insya Allah saja. Kalau kita berangan, andai saja kejahatan itu tidak diciptakan sejak awal, mungkin kita tidak perlu yang namanya bulan-bulan pengampun dosa, amalan-amalan peruntuh maksiat, dan doa mustajab untuk meminimalisir dosa yang kita perbuat. Tapi itu kan hanya mimpi semu di siang bolong pada saat perut kosong karena puasa wajib bagi yang beriman. Jujur saja, sebenarnya kita perlu adanya kejahatan, keburukan, dan kesalahan. Semua itu ditujukan agar kita dapat merasakan nikmatnya sehat pada saat kita sekarat, dan kita juga merasakan menjadi tajir pada saat kita punya harta, dan berbagi pada mereka yang membutuhkan. Tuhan itu bukan adil, Dia Maha Adil, Dia Maha Tahu atas apa yang Dia Ciptakan. Kita manusia hanya melihat sedikit saja, tapi Tuhan melihat segalanya. Itulah yang terbaik bagi kita, anugerah dari-Nya, jangan dibuang sia-sia, gunakan dengan bijak sampai masa berlaku habis, hingga akhirnya kita menyerahkan semua yang kita pinjam kepada Sang Maha Pemilik. #Menuju Zuhur di bulan Ramadhan.
 
  Setan masih banyak berkeliaran di bulan Ramadhan ini. Walaupun ada hadis yang mengatakan bahwasanya setan-setan akan dibelengggu, tapi tidak semua setan dirantai, hanya beberapa saja. Oleh karenanya, masih banyak dari kita yang berbuat busuk di bulan ini, dan tidak hanya setan ghaib mata saja yang menggoda, tapi setan yang zhohir mata juga ikutan mengganggu sesama manusia lainnya. Dengan memperbanyak ibadah, maka para setan wa ahlihi ajmai'n terbelenggu untuk menggoda kita. Ada banyak pendapat memang tentang hal kebelengguan ini, hanya saja kita berharap jangan sampai terbelenggu sama seperti setan yang dibelenggu di bulan ini, buatlah rajutan pahala dari benang-benang ibadah yang kita lakukan saat ini, semoga kita dapat mengenakan baju takwa saat fitri nanti.#Sahur on my own bed.
 
  Mereka sudah pulang. Sudah kembali ke pangkuan ayah dan bunda. Bukan lagi teritori kami untuk mengawasi kalian. Kalian lah yang seharusnya pandai-pandai menjaga diri, jaga adab, jaga raga, dan jaga agama suci ini. Di tangan kalianlah agama ini ditambatkan, di bahu kalian perjuangan ini dilanjutkan, dan di dada kalian lah akidah ini agar selalu tetap tertancap dalam-dalam. Sampaikan salam hangat kami untuk keluarga kalian di " your home sweet home". Tunjukkanlah pribadi santri dan santriwati yang seutuhnya, bukan sebutuhnya. Kami berdoa agar liburan kali dapat me-refresh-kan lagi pikiran dan badan kalian untuk dapat mempelajari ilmu-ilmu yang masih selautan yang masih harus kalian tekuni. Spend your vacation time wisely guys ! #perpulangan santri masa menyambut Fitri.
 
  Senyum mereka takkan terlihat lagi. Kicau ribut mulut mereka takkan terdengar lagi. Tangisan letih mereka takkan pernah diusap lagi. Canda tawa mereka takkan tergubris lagi. Itulah perpisahan yang menyakitkan, ia datang dengan sejuta asa dan pergi meninggalkan luka yang menyiksa. Rasanya ingin berlama-lama dengan kalian, lalu menghentikan laju waktu agar tak pernah berputar untuk mengambil momen-momen emas kebersamaan diantara kita. Tapi itulah takdir pertemuan yang bertaut dengan perpisahan. Itulah sunnatullah, itu memang bagian dari perjalanan hidup kita semua. Sampai jumpa lagi nanti, semoga waktu cepat bergulir sehingga mempertemukan wajah-wajah ceria kita lagi, agar kita lebih banyak bercerita dan belajar hikmah lagi.#1 hari pasca ditinggal anak-anak liburan.
 
 Adhan Dit Kalau dulu ada rasa berat yang terseret pada saat kehilangan. Kali ini tampaknya semakin berat beban itu, bahkan bertambah. Tahun ini harus banyak perubahan, harus merubah pribadi, harus menghilangkan kemalasan yang mendera. Lebih banyak membantu, bersedekah, berkomunikasi, dan mendewasakan pikiran. Ini jalan siapa yang sedang kutempuh. Ini jalanku atau jalan yang mereka hamparkan untukkku. Serasa aku seperti bidak ular tangga yang dimainkan sesuai dengan angka dadu. Nasihat sudah tak berbentuk kebaikan, perkataan sudah tak sesuai norma, dan sugesti tak menjadi ampuh lagi. Presiden baru berharap harapan baru. Beras jenis baru, bukan jenis catu lagi. Jangan berpegang terus pada siapa pemimpin, ubahlah diri sendiri, siapapun yang menempatkan dirinya diatas sana peduli setan alas, yang penting aku berusaha untuk bahagia. Inilah takdir yang Tuhan gariskan di seluruh urat nadi tubuhku. #be positive, we can do it. New President, New Hope. Hopely.
 
  Saat kau baca status ini, mungkin aku sudah 100% berpaling darimu. Aku kira kau tulus adanya untukku, ternyata palsu. Dari sekian lama waktu ada untuk kita, kau hanya ada bahkan sepersekian detik untukku. Kau palsu, imitasi, tak orisinil lagi hatimu. Kau hanya bagaikan boneka Garfield di sudut tempat tidur, tak bernyawa, bersuara, apalagi ia tak dapat memberikan sokongan di kala aku lemah. Kau tahu aku pernah ada saat kau jatuh, saat kau lumpuh, saat kau sedih, dan saat kau sakit. Kau lupa pernah mengharapkanku kembali beribu-ribu kilometer jaraknya hanya untuk membantumu maju. Sekarang di kala aku dalam sepi, telepon, ah tidak, bahkan secarik sms pun tak kunjung tiba. Padahal hanya 150 perak paling mahal, apalagi aku tahu kau pakai kartu yang ada sms gratisannya. Tapi itulah hati, Tuhan pun Maha Tahu bahwa hati hambanya berbolak-balik, kadang baik, kadang busuk. Tak banyak yang cintanya tulus pada Tuhan, apalagi manusia. A friend in need is a friend indeed. Aku pernah berujar kata ini, kalau lupa atau tak paham artinya bukalah kamus John M. Echols halaman 258, itupun kalau kamusmu ada dan palsu seperti punyaku. Sudahlah, jadi berkurang nafsu makan sahurku. Semua jadi serba palsu, aku sadar kau ternyata palsu, maya, dan bahkan fana bagiku. Kalau kau baca ini sampai habis, berdoalah kita agar Fitri nan diujung mata nanti dapat meluluhkan hati yang palsu itu. Amin.#sahur with nasi bungkus without a friend beside.
 
 
Hampir aja telat naik mimbar Jumat tadi. Macet di jalan, sampai naik becak mesin hanya untuk mengejar waktu, akhirnya sampai juga. Alhamdulillah. What a shocking day! Tapi upayaku untuk tepat waktu memang terbayar oleh lari speed-ku demi menggapai mimbar. Semoga jangan terulang lagi untuk kesekian kalinya, hingga 'keselek' ludah saat khutbah tadi. Pengalaman baru di tempat lama.#lagi-lagi di Hari Jumat, kali ini Jumat terakhir bulan Ramadhan 1435 H. Thanks for THR lebihnya ust..!
 
  Suami istri itu pun berebut sehelai sarung. Iba rasanya hati ini melihat sekelibat realita kehidupan malam di jantung ibukota, Medan. Dimana orang-orang perlente, eksekutif sedang asyik-asyiknya bercengkerama dan sekadar berkelakar sambil minum kopi, para tuna wisma pun juga tak mau kalah untuk melakukan hal yang sama, mereka sama-sama sibuk berebut spot untuk rebahan setelah seharian sibuk bekerja, entah kerja apa pun. Seperti melihat dua dimensi malam tadi, baru kali ini aku melihat dengan mata sendiri bahwasanya masih menjamurnya kehidupan seperti itu saat ini. Berubah pemimpin, tapi nasib mereka belum berputar juga, bahkan lebih buruk. Menyambut fitri ini seharusnya zakat-zakat fitrah itu semoga sampai ke mulut-mulut lapar mereka, setidaknya sehelai pakaian untuk menghangatkan mereka di saat malam tiba dapat mereka kenakan dengan layak. Tinggal hitungan hari lagi, distribusikanlah zakat agar sempurna Ramadhan ini, dan dapat sedikit mengurangi beban mereka yang mungkin sekarang kedinginan karena berbagi sarung untuk menghindari cuaca ekstrem malam di tengah kota Medan metropolitan ini, berbeda dengan mereka yang menarik selimut tebal buatan Paris karena diserang dinginnya AC di kamar berukuran 15 x 15 meter, lumayan mewah ya..! #Zakat fitrah untuk mem-fitrah-kan diri kita. Let's pay.
 
  Sejak negara api menyerang, aku lebih banyak diajarkan untuk menjadi api emosi. Sedangkan saat aku di kerajaan bumi, aku juga menjadi si keras kepala batu, egois. Lalu, ketika aku mempelajari angin, aku sering hilang kendali, pergi tanpa kembali. Begitupun saat aku mempelajari air, bukan kesejukan yang kalian rasakan, tapi air mata lah yang selalu tumpah ruah. Di momen yang telah disajikan oleh Tuhan kali ini adalah momen yang pas untuk kita saling bermaafan dan silaturahim walau via sosial media, yang penting rasanya sampai. Saya mohon maaf atas segala pegendalian api, bumi, angin, dan air yang kurang terkontrol, bukan maksud hati ingin menjadi sempurna, tapi berusaha untuk menggapai kesempurnaan itu penting, dan tanpa ridho dan maaf dari kalian, kesempurnaan hanyalah sebatas angan semata. Happy Eid Mubarak 1435 H. — with Imam Alfatonah Harahap and 16 others.
 
 
Beberapa hari pasca lebaran, tampaknya menjadi liburan bagi kebanyakan orang termasuk saya. Pergi bersama keluarga menjadikan liburan lebaran ini adalah pengejawantahan dari investasi kita selama Ramadhan. Idul Fitri, kembalinya kita kepada kesucian, idul fitri sama dengan kembali ke asal mula kejadian kita, idul fitri juga berarti kita kembali lagi mempelajari agama kita yang benar setelah kurang lebih sebulan kita mendapatkan "Tarbiyatu an-Nafsi" di Ramadhan lalu. Idul Fitri juga kembalinya kita "Sarapan". Eh. Benar juga kan?? Berdoalah kita semua, agar semua makna Idul Fitri terealisasi pada setiap kita.#Selamat "Idul Fitri"kembali sarapan Pasca Idul Fitri.
 
  Halalbihalal memang bukan suatu yang asing di telinga kita. Tak jauh dari bermaaf-maafan, silaturahim, dan pembagian "jatah" pada umumnya. Halalbihalal ialah kata made in Indonesia. Tidak ada kata itu walau di Arab sana. Tapi tak seharusnya kita ragu dengan ketetapan halalbihalal ini. Kalau dilihat dari asal kata "halal" ialah meluruskan benang kusut, menyelesaikan masalah, mencairkan yang beku dan banyak lagi. Ambil saja sebuah konklusi yang ramah bahwasanya di agenda halalbihalal ini kita dapat meluruskan kembali hubungan yang terasa kusut di bulan sebelumnya, atau sekadar memaafkan masalah yang pernah ditujukan pada kita, dan yang lebih penting jangan dingin dan keras seperti es dan batu, apalagi es batu, yang mana seharusnya es batu menjadi penyejuk dan penyegar dahaga di kala hampir sebulan kita berdahaga di tengah teriknya panas bumi dan panas hati. Sebelum terlambat mari kita saling memaafkan dan saling "meng-halal-kan" diri sendiri untuk pribadi yang kita anggap "haram" selama ini.#pasca halalbihalal ke rumah teman.
 
 
Jangan berlebihan oleh keinginan padahal tak mampu tapi dipaksa. Lebay. Zaman ini terbiasa dengan sifat dan jiwa-jiwa ke-lebay-an, terlalu banyak melihat "OMG Hello" dan "Uscita" yang menghalilintar, membuat pikiran pun terpuruk badai membahana dan terpampang nyata pula di garis khatulistiwa. Zaman SMP saya dulu, banyak pesan di diary teman-teman saya yang bertuliskan" be yourself", siapapun kamu, dimanapun kamu tetap jadi diri sendiri. Bertranformasi jadi yang lain susah, buatlah citra sendiri, ciptakanlah kreasi pribadi, jangan sama dengan yang lain. Kata ayahku, kalau temanmu dapat nilai A, kamu harus A+. "Oke fix", jadinya semua ini jangan dibuat-buat, akhirnya menjadi panggung sinetron kejar tayang yang niatnya naik haji tapi jadinya "trio Ubur-ubur". Mulailah mengubah nasib, mengubah pola pikir, dan mengubah pribadi kita masing-masing. Tidak menjadi mereka kita pun tetap bisa kok...! Banyak baca banyak tahu, banyak nonton jadi sok tahu.


Banyak tipe manusia, berbeda bukan untuk mencari kesalahan yang lain, menggugat, bahkan sampai menggigit. Banyak orang yang baik tapi tak berakal, banyak juga orang yang berakal tapi sayangnya tidak beriman. Pilihan sudah disediakan, tinggal kita yang menentukan pilihan. Kalau suka ambil, tidak suka jangan langsung dibuang, mana tahu kita perlu suatu saat nanti, karena yang kita anggap baik belum tentu juga baik bagi kita ataupun sebaliknya. Jalinlah "Link" dimanapun, kemanapun kita berada. Manusia ini makhluk sosial yang memerlukan satu sama lain, jangan dekati permusuhan, jangan sombong, jangan angkuh, kita semua butuh tangan yang lain, jangan memberati diri sendiri dengan beratnya diri dengan memikul "kebanggaan". Raih dan peganglah tangan siapapun yang menjulur, jangan hempaskan.#take and hold everybody's hand tightly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar