Banyak yang menyarankan untuk jadi artis. Mulai dari ibu-ibu sampai anak-anak. Ada rasa ingin juga meng"iya"kan apa yang mereka ucapkan dan sarankan. Tapi sekali lagi terlintas di benakku, apakah ini jalan takdirku, becoming an artist, announcer, or actor. Kuliah di jurusan agama membuatku semakin mengubur hal itu dalam-dalam. Aku ingin menjadi ulama dan artis sekaligus (bukan artis seleb). Namun satu hal yang aku perrcaya takdir itu ada. Takdir di mata manusia hanyalah zhohirnya saja tetapi apa yang dituju hanya Allah lah yang Tahu. Tidak ada takdir yang kejam,hanya mata manusia saja yang terbatas melihat hal tersebut sebagai kekejaman. Inna Allaha 'ala kulli syaiin qodiir.....!
30 Agustus
Maghrib kemarin menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi banyak orang. Salah seorang murid saya membuat hal yang tabu di mata banyak orang di sekelilingnya. Teguran pun datang. Dia hanya bisa tertunduk dan meratap.Dia malu,dia diam,dia sedih,dia sakit hati,dia lara, dia duka, dan dia kecewa. Semoga ini bisa menjadi mau'izhoh baginya dan semua yang memiliki pendengaran yang baik. Belajar itu harus mau salah, kalau mau belajar harus rela buat salah. Salah jangan malu, salah perbaiki, salah itu asa, salah itu bukan putus asa. Kullu bani Adama khotoun, wa kullu khotoiina at-tawwabun. Al-insamu makanul khoto' wa an-nisiyan...huuuh dasar An-nas
08 September 2013
Bagaikan keran air yang ada di daerah gurun gersang tanpa adanya air. Berat kemungkinan tuk dialirkan air itu. Jikalau kita berimajinasi air itu sebagai rezeki, maka yang mendorongnya adalah sholat. Sholat membuka dan mengalirkan air keran rezeki dan yang membuatnya mengalir kencang adalah sedekah, zakat, dan infak. Double action rezekinya bahkan lebih, karena Sang Maha Pemberi Rezeki akan memberikan rezeki yang maha lancar, maha banyak, maha intens, dan maha terus menerus. Wa aqimu ash-sholata wa atu az-zakata itu adalah caranya.
10 September 2013
Aku tak bisa terbang
Aku tak bisa hilang
Aku tak bisa bimbang
Aku tak bisa bilang
Aku tak bisa berang
Aku tak bisa riang
tapi aku hanya bisa mengenang
#Selasa pagi dengan buku-buku yang akan disalin...!
11 September 2013
Pada saat ikut pembibitan tahun lalu, aku merasa masih sebuah bibit yang kecil dan akan dimasukkan dalam tanah, diberi pupuk, air, dan pancaran sinar matahari. Memang hal itu terjadi. Tapi menjadi apa bibit mungil kecil itu sekarang??? That depends on the seed. Begitulah apabila yang menjadi bibit itu adalah manusia yang berakal dan berhawa nafsu. Terkadang dia ingin terus-terusan disiram, tapi terkadang dia bosan karena terus-terusan disiram. Seiring perkembangan otak manusia itu sendiri, kadang ia terjatuh dalam lembah kebosanan dan kepenatan. Itulah yang mungkin mayoritas si pengendali akal pikiran rasakan. Hanya pribadi masing-masing yang tahu mengendalikan rasa itu.#need a little rest or some kind of vacation (after reading and seeing the beauty of Karibia, let me go there someday).
13 September 2013
Kemarin sebujur pelangi membengkok ke haluan sudut pandang mataku pada saat akan terbenam matahari sore. What a beautiful rainbow. Lama sudah rasanya ingin menikmati ciptaan Tuhan yang satu ini, akhirnya Dia tunjukkan juga salah satu ciptaan-Nya. Berharap koin emas dalam kentong emas ada diujung pelangi dan para bidadari beraneka ria tertawa riuh di bujuran pelangi. Kuberlari ke arah tuju tapi ia jauh, kuambil gambaran ia enggan, kusanding bisu aliran semu. Takkan pernah habis kunikmati jatuhnya air dari langit dengan tetesan air yang menyebar dengan gambaran kesadaran yang meluas. Jadilah fokus, lihatlah tetesan air yang menjadi peka saat ia terjatuh.
14 September 2013
Welcome again "makalah"...! akhirnya setelah beberapa tahun vakum tuk tidak melanjutkan pendidikan bermuara pada tumpukan buku-buku tebal dan jurnal-jurnal berbahasa asing. Ribet. Tapi mau apalagi, tugas adalah kewajiban yang harus dilaksanakan. It's my destiny. Berbicara tentang banyaknya makalah yang menghujaniku ada satu hal yang terbenak dalam hatiku yaitu tentang hujan September ini yang selalu hadir tanpa pamrih. Menilik dan melihat lebih dalam mengapa Ia menurunkan hujan ialah agar kita bersifat seperti hujan. Aku ingin mengutip tulisan seorang profesor yang menulis "jadilah manusia hujan" tak kenal kau kaya, miskin, berpendidikan, ataupun tidak, semua dapat airnya. Untung bukan manusia yang mengontrol hujan kalau tidak pasti hanya keluarganya saja yang akan ia hujani. #Manusia Hujan @kamarku menunggu "Hujan" setelah letih mengetik makalah 6 halaman dengan anak-anak yang tergeletak tertidur habis membantuku buat makalah...thanks a million for you...good night, then have a marvellous dream..!
16 September 2013
terkadang hidup tidak selamanya baik dan tidak pula selamanya buruk. Hal ini sama seperti ciptaan Tuhan yang tidak semuanya busuk. Jelek pada saat kita pandang akan tetapi saat kita pahami hal itu akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Hari Senin misalnya. I hate Monday, masih berlakukah, salahkan Minggu yang menjadi jembatan ke Senin. Kita benci harinya atau benci dengan setumpuk pekerjaan yang kita sengaja tumpuk???. Itu sih DK (Derita Kita).! Sambutlah hari dengan beberapa tetesan air bak kamar mandi yang mengawali hari-hari kita, rasakan kejangan dingin yang mengena batas hingga sudut kulit kita. Mulailah hari dengan cita jangan sampai menimbulkan retrogresi bagi kita (walaupun kita sedang bad mood tuk menjalaninya). "Jangan sampai dipatok ayam rezekinya", karena Dia (Tuhan) telah membentangkan rezekinya secara luas dan memang meluas. #Allahu Ar-rozzaq
17 September 2013
Tragedi kue cucur yang aku simpan tuk aku makan setelah pulang kuliah, ternyata malah berefek sadis padaku. Habis sudah harapan tuk menikmatinya secara massal, apa yang aku lihat didepan mataku kemarin malam hanyalah sebuah kue cucur yang tersisa, dari jumpalahnya yang ganjil 7 menjadi 1. Semua anggota kamar kuinterogasi tapi tak ada yang mengakuinya. Pembacaan pun tak berfungsi lagi pada saat emosi memuncak. Yah mau buat apa lagi, cucur telah menjadi bubur....! Jangan-jangan yang makan itu adalah setan, setan berambut hitam dan berbaju koko pakai lobe lagi. Wa Allahu a'lamu bi ash-Shawab.
18 September 2013
Apa yang pernah kita lakukan sengaja ataupun tidak sengaja pasti akan kembali terjadi kepada kita melalui orang lain,secara kita sadari ataupun tidak kita sadari. Menurut khayalan semuku, kalau kita jahat maka tragedi kehidupan selanjutnya pada kita adalah jahat bahkan lebih dan apabila baik maka bagus yang datang bahkan lebih. Jadi mereka yang jahat kepada kita adalah runtutan orang-orang jahat yang bertalian sama dengan kita. #itmeanswecreateourbehaviourou
20 September 2013
Pagi basah hari Jumat ini berlaku bagi umat Tuhan yang menyambut dengan baik subuh-Nya. Walaupun hidung ini bergetar berkali-kali karena tak kuasa untuk menahan dinginnya fajar tanpa hangatnya sinar matahari, tapi aku tetap setia pada ketaatanku. Mendengar riuhnya suara anak-anak yang melakukan "Muhadatsah" pagi pun menjadi rasa yang membatin tersendiri bagiku. Teringat aku yang pernah memberi pada tahun 2005 dan diberi pada tahun 2000 sampai 2003. What a good moment...! Tapi yang membuat bad temperament adalah mati lampu....! BT banget....! #mana air, mana air, PLNisasi udah beberapa hari ini membuat Gondokanisasi, ada anak-anak yang celetuk tadi pagi, orang-orang gak pada demonTERASI?????? oh boy.......!
21 September 2013
Kameraku berenang di dalam kolam
Dompetku bersembunyi di belakang tong sampah kamar mandi kolam
Tanganku gatal-gatal karena air kolam
kebahagianku ternyata pada saat bernaung diatas kolam malas
Adrenalinku terpacu pada saat meluncur di perosotan 16, sekian-sekian meter
akhirnya aku tertidur di kamar sumpek, panas, dan mati lampu
#Perjalanan panjangbersamauntukjalan-jalan
22 September 2013
Mulai dari tadi malam perasaan marah itu terus memuncak. Ingin rasanya aku mengoyak-ngoyak tabir rembulan, menghisap cahaya bintang, meremukkan dinding dinginnya malam. Parahnya jiwa yang berkecamuk amarah ini membuat segalanya menjadi gila. Gila marah, gila lagi kerena lagi gila. Hingga subuh menjelang rasa dan sifat iblis itu pun masih melekat tanpa mau merekah setetes pun. Air wudhu' lah yang menjadi pereda semua itu. Tak salah lagi, ternyata ada maksud dibalik fakta kenapa kita harus berwudhu' walau sebelum kita beribadah. Sering berwudhu' akan memancarkan, tak pernah wudhu' tak ada sinar. Walau dalam gelapnya malam tanpa listrik PLN, wudhu' adalah hal lain yang perlu dibeli selain lilin, senter, dan teplok. Let our faces shine brightly like a diamond in the sky (#colek dikit lagunya kak Rihanna).
23 September 2013
Seakan mulut ini tak bisa lagi memercayai semua itu. Dahsyat. Super. Hanya intuisi lah yang mampu mengutarakan semua kejadian itu. Bukan air mata yang menjadi saksi dari perbuatan busuk kita, akan tetapi perbuatan kita yang menjadi andalan di saat kita tak ingin menyentuh maksiat itu lagi. Bukankah tidak ada syarat dari pertaubatan itu harus menderaikan air mata, tetapi tak kembali pada perbuatan itu. Air mata itu akting. Tuhan tidak perlu akting, Dia hanya memerlukan aktual bukan fiktif. Aksi lah yang primer, air mata hanya bahan sekunder agar semuanya jadi haru, dan terisak-isak jadi material tersier. Menangislah, berjalanlah, sekalah air mata itu, bangkitlah, berpikir positif lah, dan biarkan mata itu jernih tuk menatap rahmat Tuhan di setiap hari kita sampai ajal menegur kita tuk pulang.
25 September 2013
Masih bercerita tentang air mata. Lagi-lagi aku melihat beberapa bola mata yang meneteskan air mata tadi malam. Teman karibku Adiansyah Batubara membalas statusku bahwasanya tidak semua air mata itu akting. Banyak juga yang mereka menangis tuk mengungkapkan rasa di hatinya. Hati siapa yang sekeras baja. Hati-hati dengan hati. Hati itu berbolak-balik. Hati itu merasa. Hati itu berefleksi, dan hatiitu berkeras hati. Kalau aku yang menangis pada saat aku kalah dalam lomba di zaman "gak enak" dulu, aku akan meneguk teh melati untuk merelaksasi diri dan aku akan berdoa agar hatiku akan direlaksasikan oleh Sang Maha Pemilik hati. "Ya Allah jadikanlah Alquran sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pelenyap keresahanku". Inilah doa yang diajarkan ustaz-ustazku dulu pada saat aku nyantri. Thanks to all my teachers, all honor to you, may Allah bless and guide you the best way....!
26 September 2013
Bau harum pengharum lantai menyeruak hangat di sela-sela hidungku. Dengan sambutan sinar matahari yang ikut menghangatkan kulitku pagi ini. Sama seperti biasanya, mengunduh lagu baru, menyeruput kopi hangat, hari ini ada spesial telur asinnya, dan meng-update status untuk tambahan tulisan di blog pribadiku. Tuhan masih memberikan nikmatnya bagiku dan kita semua hari ini. Setiap hari, untuk kita bertahan hidup itu spesial. Spesial karena kita hidup, bernapas, be-reproduksi, ber-evaporasi, berpikir, dan bertanya. Masih pantas kita hidup dan memijak karya Sang Pencipta batu pijakan ini ??, oleh karenanya, hiduplah untuk Sang Maha Hidup, karena Sang Maha Hidup akan selalu hidup, kita yang hidup pasti akan berjumpa dan kembali kepada Sang Maha Hidup. Hidup bernapas dari hidung, mati tak bernapas hidung ditutup kapas.#@Nurul Hakim Boarding School Library
27 September 2013
Jika otak sudah tersumbat karena bawaan hati sedang tidak mood, apapun yang mau ditulis menjadi sesuatu yang mencekam. Bingung mau nulis apa, bingung mau baca apa, bingung mau bingungin apa???? Lagi-lagi Jumat ini basah, Jumat hujan, hujan gerimis, dingin mengiris, jiwa terkikis, hati menangis, dan otak miris. Broken man, broken soul, broken heart, and broken self. Hanya bisa memercayai Tuhan Yang selalu Ada bagi yang percaya pada-Nya. Allahuma ij'alni min an-najihin...amiin..!
30 September 2013
Beberapa pagi lalu benar-benar menghimpit ruang gerakku. Ingin tidur saja agar waktu ini cepat berlalu. Tapi semua hal itu sirna karena memang ternyata waktu berlari dengan kehendaknya sendiri. Terjawab sudah semua keraguan dan kecemasan didalam dada ini. Hanya ingin mengatakan "Alhamdulillah", bersyukur akan semua yang telah aku lewati dan aku jalani. Usaha dan doa kini pun berbuah manis. Ikuti saja petunjuk Tuhan, jangan ada yang terlewat, percaya sajalah, dan yakini. Berdoa tapi hati ini ragu, hasilnya akan buyar. Sekarang hanya tinggal menunggu saja, tetap saja berdoa dan berusaha (masih)........!
01 Oktober 2013
Bercerita dengan seorang ustaz di kantor pagi ini, kisah ini pengalaman hebat dan dahsyatnya doa. Kalau kemarin saya memposting tentang keyakinan iman dalam doa kepada Tuhan, tetapi kali ini kami bercerita tentang doa itu makbul apa tidak?? ternyata sependek pengetahuan saya, saya mendapat pencerahan hari ini dari beliau bahwasanya doa kita itu dijawab oleh Tuhan. Ada 3 cara Tuhan mengabulkan doakita, yang pertama Dia kabulkan semua request yang masuk kepada-Nya, yang kedua ialah Dia akhirkan jawaban dari doa kita, not now, later maybe, lalu yang terakhir adalah Dia tidak kabulkan tapi Dia hindarkan kita dari azab, bala, dan bencana yang menghampiri kita, kita sadari atau tidak hal-hal buruk itu datang menghampiri kita, the most important thing is kita harus ber"husnu dzhon" kepada-Nya, apa yang Dia berikan kepada kita adalah yang terbaik bagi kita. Beliau (ustaz yang berbicara dengan saya) menutup dengan satu kalimat bermakna "Husnu Dzhon", berbaik sangkalah pada Pemilik Rasa dan Pencipta Rasa, pandailah merasa dan jangan mau hanya diperhatikan saja, perhatikan juga orang yang selalu memerhatikan kita.#Husnu Dzhon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar