adhan dit

adhan dit
a secret makes a man man

Minggu, 13 Oktober 2013

03 Oktober 2013
Ada rasa ingin bertahan di kala ini. Ada juga ingin yang tak terasa di saat ini. Ada banyak jalan yang masih bisa dijalani. Tak sedikit pinta yang diajukan untuk tetap bertahan. Tapi, kalau akal, indra, dan hati sudah diikat menjadi satu ikatan rasa, tampaknya semuanya akan berlalu seperti yang sudah berlalu dahulu. Iringi saja lah dengan harapan baik dan mesra seperti yang dulu pernah kita panjatkan kepada Tuhan dengan romantisnya nada doa itu. Masih bisa bertemu kan? Maybe yes or maybe no even never. Asa yang tersimpan pastinya pasti ingin dan akan pasti diingini. Jangan lihat hasilnya tapi pelajari prosesnya sebelum menjadi hasil. Guci mahal takkan jadi mahal jika tanah liatnya dipermak dan dibakar dengan waktu yang singkat. Learn the process....!

05 Oktober 2013
Jangankan untuk mengenang dan mengingat, bahkan untuk berpikir sejenak akan adanya rasa itu aku sudah muak. Muak karena kamu, muak akan adanya mukamu. Tak sampai lagi kurasa batin ini membatin hal yang dulu pernah membatin batin ini. Sakit akan tahu adanya kenyataan hidup yang keras dan pahit pada masa muda mengingatkan aku pada perkataan seorang motivator handal yang mengatakan bahwasanya kalau pada masa muda kita lunak maka masa tua akan keras pada kita, dan apabila sebaliknya kita keras pada masa muda maka masa tua akan lunak pada kita. Apakah ada yang keras pada masa muda dan keras pada masa tua atau sebaliknya??????? Sudah muak aku dengan aku yang seperti ini terus menerus, ingin berubah sekuat satria baja hitam atau power rangers. Tapi aku adalah aku, aku takkan menjadi siapapun hanya akan bertahan di aku yang akan terus dalam keakuanku.

07 Oktober 2013
Biar dibilang apa kalau buat status panjang-panjang? Biar dilihat dan dibaca orang lain. Biar tampak jenius dan cerdas. Biar terasa pintar dan kuasa. Biar merasa hebat dari orang lain. Biar puas karena telah memaki-maki orang. Biar adem dan tentram setelah seharian penat dan letih. Biarkanlah tangan ini menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Apa isi statusmu mendeskripsikan narasimu...! 

08 Oktober 2013
Suara ngaji pagi tadi membahana di seantero telingaku, seakan memaksaku tuk bangun cepat lagi seperti hari-hari sebelumnya. Mengincar cahaya yang masih tampak redup membuat aku menggunakan alat tambahan penglihatan tuk merasakan visual sekitar. Tak ada yang spesial hari ini. Ingin yang terbaru, teranyar, dan terlawas. Siapa yang bisa membuat spesial itu? Ya,diri pribadi, biasanya yang spesial itu pake telur dan agak mahal harganya. Jadi, kalau mau jadi yang spesial harus memahalkan diri tapi tidak sampai jual mahal. Kalo sudah merasa spesial jangan lupa tuk berbagi sedikit banyaknya rasa spesial itu bagi sekitar agar terasa juga sekitar kita dengan ke-spesialan kita tadi.#wanna be someone special for everyone esp. For Ar-rahman

Dinginnya malam ini melebihi dinginnya malam kemarin. Jatuhnya rintik hujan yang bergerilya tanpa henti membuat aktivitas sel dan motorik gerakku menjadi sedikit terhambat. Badan kaku, mata sayu, dan bibir ini sedikit membisu. Sukar tuk bergerak aktif, tanda seru menyeruku tuk berhenti sejenak tampaknya dari serangkaian tugas dan aktivitas padat yang memenuhi tumpukan hati, pikiran, dan jiwaku. Sakit itu ujian, sakit itu cobaan, sakit itu anugerah, dan sakit itu sakti. Allahumma robbannaasi azhibil ba'sa isyfi anta asy-syafi la syifaan illa syifauka syifaan la yughadiru saqaman amin ya robbal alamin#kepada seseorang yang sakit disampingku..moga2 gak nular....!  

09 Oktober 2013
Oktober tak ubahnya seperti September lalu. Masih kurasakan sengatan dingin yang mencubit mesra kulitku di subuhnya hari. Seruputan teh hangat yang menemani sejuk dinginnya pagi ini. Matahari pun belum tampak di timur, masih suka tuk berpetak umpet denganku. Embun raya menempel basah di dedaunan dan rumput yang mengering karena waktu. Normal kelihatannya kalau panas di siang hari dan dingin pada malamnya, dan itulah yang sedang terjadi selama dua bulan terakhir ini. Anugerah Tuhan memang fantantis, dan apa yang mau kita dustakan lagi. Fa bi ayyi alai robbikuma tukazziban.

10 Oktober 2013
Sekali lagi teh hangat dan sepiring nasi berbaur mie goreng bertahta di hadapanku. Berkembang tak lagi menjadi sebuah pilihan yang baik tuk merenda mimpi indah tadi malam. Klasiknya mimpi yang menceritakan tentang ruh dan jamak arwah yang bergentayangan dalam seluyuran mimpi membuat bunga tidur menjadi lebih fatamorgana. Mimpi adalah impian, impian jangan menjadi mimpi, mimpi ingin menjadi, walaupun akhirnya takkan menjadi karena kontras dengan realita. Panjangnya kisah ini takkan bisa lagi menetralisir situasi dan kondisi yang sudah memburuk dari awal. Putaran arus yang harus dilawan mengingatkan pada impian yang pernah terputus di masa lalu. Ambil dan ingat kembali cerita dan impian itu bawa keluar dari oasis fatamorgana dan wujudkan dalam dunia realita. Walaupun jadi apa ia akhirnya yang penting ia sudah dilahirkan ke dunia nyata dan fana ini.

11 Oktober 2013
Pada saat obat berperan penting pada posisi pereda sakit, pada saat makanan dan minuman menjadi pereda rasa lapar dan haus, pada saat cinta berlaku sebagai pengisi kedukaan, pada saat pakaian menutup aurat tubuh ini, pada saat ilmu menjadi penolong di saat jahil, pada saat itulah agama menjadi pelindung, undang-undang dan penyejuk di saat semua orang heboh berkata galau, stres, gila, illfeel, dan KW. Pedoman hidup pun tak pernah hilang dari jalannya dan takkan pernah sesat apalagi menyesatkan. Karena sesat itu sakit, telanjang, lapar, haus, dan bodoh. Ilmu lah yang menyelamatkan dan ilmu pula yang menjerumuskan. Hanya tinggal menentukan dan berpikir lebih logis dan gunakan intuisi agar lebih klop.#@Jumat subuh lagi-lagi kali ini basah

12 Oktober 2013
Aku bicara, dia juga ikut bicara. Aku diam, dia juga diam. Aku melotot, dia ikut. Aku menyanyi dia juga tak mau kalah. Aku bahagia dia juga sama, aku sedih pun dia juga gak mau ketinggalan. Apa sih yang kau mau, kalau tidak didekatin kau diam aja, kalau dijauhin kau tetap diam. Kalau ditinggalkan kau juga diam tak berdaya. Diamnya dirimu seperti emas, mahal harganya. Habis sudah dayaku tuk melawanmu. Bukan perkelahian yang kumau untuk kita berdua. Kita mirip bahkan sama. Sifat, tabiat, cara, hobin dan jiwa. Sudahlah aku sambut saja pagi ini dengan ceria tanpa harus menatapmu.#Mirror on the wall.

13 Oktober 2013
Percayakah kau aku akan pergi?
Percayakah kau aku akan ingat?
Percayakah kau aku akan berhasil?
Percayakah kau aku akan setia?
Percayakah kau aku akan tiba?
Percayakah kau aku akan taat?
Percayakah kau aku akan percaya?
Percayamu tidak seperti percayaku pada Tuhanku, aku lebih percaya padaNya,tidak berarti aku tidak percaya padamu tapi aku harus berhati-hati akan tulusnya kepercayaan itu. Aku takut percayaku ini sudah lama pudar dan hancur walau tak berkeping. Siapa lagi yang akan menegurmu di saat kau resah? Siapa lagi yang menyapamu mulai pagi hari buta? Dan siapa lagi yang akan menyanyikan lagu kesukaanmu? Hanya ruang kosong yang akan berada dalam ketidakberadaanku nanti. Menanti pun hanya jadi semu. Berbisik dalam hati,"ah semua itu hampa, kosong, dan dusta"....!

14 Oktober 2013
Menuju Adha yang agung. Ber-qurban tak sama dengan ber-korban pada umumnya pemahaman bahasa Indonesia. Mendekatkan diri pada Tuhan menciptakan keharmonisan cinta pada-Nya dengan menyembelih hewan. Dengan membagikan dagingnya pada orang yang membutuhkan lebih memperkuat makna Qurban itu sendiri, sosialitas terjalin dan terembuk. Kalau memberi anggaplah sedikit dan kalau menerima anggaplah itu banyak, itulah ilmu Al-Kautsar. Jikalau A'tha ialah memberi untuk dimiliki, maka Al-Kautsar adalah pemberian nikmat yang sebenarnya sedikit dari Tuhan tapi anggaplah itu banyak. Give then you'll be given, stingy's just making you crazy, and crazy's bringing you to insanity. Qurban, Adha, Haji, dan Sedekah adalah inti hari raya ini, semoga menjadi raya bagi semesta dengan merayakannya secara merata. Sembelihlah, bagilah, makanlah, dan duduk bersama.#Menuju Adha dengan kondisi kurang fit, may better soon.    
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar