adhan dit

adhan dit
a secret makes a man man

Rabu, 23 Oktober 2013

16 Oktober 2013
Takbir masih sayup-sayup terdengar hari ini. Tanda masih ada yang rela tuk membesarkan nama-Nya sesadar-sadarnya. Leher pun telah diberi kenikmatan dari hewan yang telah di"leheri" lehernya. Bukan daging atau darah yang Tuhan terima, tapi taqwa lah yang Dia terima. Ya pastilah, karena hewan qurban bukan hewan sesajian seperti yang lain, Dia tak butuh makan, nyate, dan menggulai, yang Dia butuh hanyalah keberserahan kita dalam setiap urat-urat daging qurban yang kita sembelih. Adha mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, keromantisan, kebersamaan, kemuliaan, kepedulian, dan keagungan. Bertakbir, bertasbih, dan bertahmid lah, semoga urat-urat yang telah dipotong menjadi tabungan daging bagi kita kelak.#Last Adha@here(maybe)........

19 Oktober 2013
Angin yang berhembus pagi ini bersemilir di perantauan jiwaku. Masih ingin lagi rasanya untuk menyengajakan diri untuk tidak terbangun dari tempat tidur, tapi tak ada kesan yang baik kalau terlalu memanjakan diri tuk berlama-lama diatas tempat tidur. Menabung harapan mimpi tidak akan menjadi hal yang teranyar pada saat ini. Gemerlap harapan pun sirnah dihempas oleh waktu. Jangan sesekali berani menyeret waktu, kalau tidak tahan dipotong olehnya. Al-waqtu ka as-saif, in lam taqtha'hu qathaaka. Waktu itu seperti pedang, kalau kita tidak cepat-cepat memotongnya maka dialah yang akan memotong kita. Waktu menyisip cepat dan hanya kitalah yang lama untuk bergerak. Gunakan waktu, jangan buang-buang waktu, dan berlombalah dengan waktu. Tapi jangan lupa untuk memberikan waktu untuk orang yang membutuhkan waktu kita. Help people and share your time. Then, all will be happy.

21 Oktober 2013
Bahkan untuk bangkit pun rasanya mustahil. Tapi sokongan, dukungan, dan partisipasi dari orang-orang terdekat mampu menghilangkan rasa sakit itu. Bukan hanya obat yang bisa menghilangkan rasa perih itu, tapi rasa kepedulian dan cintalah yang sebenarnya menjadi obat untuk fisik apalagi psikologis kita. Sakit di badan akan memudar seiring musnahnya penyakit "jiwa". Akan tetapi penyakit fisik sukar membaik kalau batin masih mem"batin". Doa, pelukan, perkataan sayang, dan pandangan kasih yang tulus dapat menghilangkan rasa perih dan pedih itu walaupun obat itu "pahit" rasanya. Makanlah, minumlah, bekerjalah, dan beristirahatlah dengan teratur maka takkan ada "obat pahit" yang akan masuk kedalam fisik kita.#keep healthy guys...!

22 Oktober 2013
Ayah pun akhirnya bercerita agar kiranya aku menjadi orang yang berguna. Sudah lama kalimat ini bergulir di telingaku. Bergunalah kau bagi keluargamu, bagi temanmu, bagi tetanggamu, bagi gurumu, dan bagi siapa saja yang pernah bersalah maupun berbaik hati padamu. Ayahku tak pernah paham baca kitab Hadis Shahih Al-Bukhari, kitab Hadis Ibnu Hajar al-Asqalani. Tapi semua kaa-katanya bagaikan ia pernah membaca semua hadis itu. Ibu juga sama seperti itu sama mulia dan bijaksananya. Ibu-ibu dan ayah-ayah yang ada disekeliling kita memang tampaknya mereka old-fashioned, kuno, dan gaptek. Tapi pengalaman mereka melebihi mesin, busana, dan tren itu sendiri. Salah satu nasihatnya yang paling sering kita dengar adalah "bergunalah kau nak, kalau bisa lebih dari emak dan ayahmu ini". Perkataan doa pada telapak tangan kusut yang memegang rambut sambil sedikit menyeka, lalu mata pun agak mulai sayu, tak pernah lepas doa dan zikir ia panjatkan, seolah mereka meramal dengan kepala bundar kita. "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang berguna bagi manusia yang lain". Itulah hadis yang sepertinya tak pernah mereka tahu, tapi terpatri di jiwa mereka. "Khairun nas anfa'uhum linnas"..! "Allahumaghfirlana waliwalidaina warhamhuma kama rabbayana shagira". Tangan menengadah keatas, leher menekuk, mulut berucap, dan hati mengetuk pinta dan rahmat Tuhan, Ya Tuhan perkenankanlah...!

24 Oktober 2013
Sama seperti cermin, yang berguna untuk merapikan, menyisir, melihat komedo dan jerawat, maupun mengecek kotoran yang ada di gigi. Seharusnya benda ini menjadi renungan bagi kita untuk merenovasi diri. Tiba-tiba ada yang menegur kita anggaplah itu cerminnya "mirror-mirror" yang dapat berinteraksi dengan penggunanya. Kalau ada jerawat, singkirkan dengan merefleksi ke cermin begitulah kalau ada dosa yang "nyempil" pada kita, musnahkan juga. Ditegur jangan marah, dimarahi jangan ciut, disindir jangan pula malah memfitnah. Pasti banyak . Tuhan pasti Maha Melihat, ada malaikat yang berjaga, dan manusia yang berkicau. Makanya bawa cermin diri kita kemanapun, dan jangan berkeras hati kalau ada "cermin" lain menegur. Terimalah, berlapangdadalah, ikhlaslah, lapangkanlah, dan bersyukurlah. Itu tandanya Tuhan masih sayang kepada kita. Jangan sia-sia kan kasih sayangNya. Teguran adalah ujian, cobaan, dan cinta. Be strong, be tough, and be-ismillah.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar