Takbir
masih sayup-sayup terdengar hari ini. Tanda masih ada yang rela tuk
membesarkan nama-Nya sesadar-sadarnya. Leher pun telah diberi kenikmatan
dari hewan yang telah di"leheri" lehernya. Bukan daging atau darah yang
Tuhan terima, tapi taqwa lah yang Dia terima. Ya pastilah, karena hewan
qurban bukan hewan sesajian seperti yang lain, Dia tak butuh makan,
nyate, dan menggulai, yang Dia butuh hanyalah
keberserahan kita dalam setiap urat-urat daging qurban yang kita
sembelih. Adha mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, keromantisan,
kebersamaan, kemuliaan, kepedulian, dan keagungan. Bertakbir, bertasbih,
dan bertahmid lah, semoga urat-urat yang telah dipotong menjadi
tabungan daging bagi kita kelak.#Last Adha@here(maybe)........
19 Oktober 2013
Angin
yang berhembus pagi ini bersemilir di perantauan jiwaku. Masih ingin
lagi rasanya untuk menyengajakan diri untuk tidak terbangun dari tempat
tidur, tapi tak ada kesan yang baik kalau terlalu memanjakan diri tuk
berlama-lama diatas tempat tidur. Menabung harapan mimpi tidak akan
menjadi hal yang teranyar pada saat ini. Gemerlap harapan pun sirnah
dihempas oleh waktu. Jangan sesekali berani menyeret
waktu, kalau tidak tahan dipotong olehnya. Al-waqtu ka as-saif, in lam
taqtha'hu qathaaka. Waktu itu seperti pedang, kalau kita tidak
cepat-cepat memotongnya maka dialah yang akan memotong kita. Waktu
menyisip cepat dan hanya kitalah yang lama untuk bergerak. Gunakan
waktu, jangan buang-buang waktu, dan berlombalah dengan waktu. Tapi
jangan lupa untuk memberikan waktu untuk orang yang membutuhkan waktu
kita. Help people and share your time. Then, all will be happy.
21 Oktober 2013
Bahkan
untuk bangkit pun rasanya mustahil. Tapi sokongan, dukungan, dan
partisipasi dari orang-orang terdekat mampu menghilangkan rasa sakit
itu. Bukan hanya obat yang bisa menghilangkan rasa perih itu, tapi rasa
kepedulian dan cintalah yang sebenarnya menjadi obat untuk fisik apalagi
psikologis kita. Sakit di badan akan memudar seiring musnahnya penyakit
"jiwa". Akan tetapi penyakit fisik sukar membaik
kalau batin masih mem"batin". Doa, pelukan, perkataan sayang, dan
pandangan kasih yang tulus dapat menghilangkan rasa perih dan pedih itu
walaupun obat itu "pahit" rasanya. Makanlah, minumlah, bekerjalah, dan
beristirahatlah dengan teratur maka takkan ada "obat pahit" yang akan
masuk kedalam fisik kita.#keep healthy guys...!
22 Oktober 2013
Ayah
pun akhirnya bercerita agar kiranya aku menjadi orang yang berguna.
Sudah lama kalimat ini bergulir di telingaku. Bergunalah kau bagi
keluargamu, bagi temanmu, bagi tetanggamu, bagi gurumu, dan bagi siapa
saja yang pernah bersalah maupun berbaik hati padamu. Ayahku tak pernah
paham baca kitab Hadis Shahih Al-Bukhari, kitab Hadis Ibnu Hajar
al-Asqalani. Tapi semua kaa-katanya bagaikan ia pernah
membaca semua hadis itu. Ibu juga sama seperti itu sama mulia dan
bijaksananya. Ibu-ibu dan ayah-ayah yang ada disekeliling kita memang
tampaknya mereka old-fashioned, kuno, dan gaptek. Tapi pengalaman mereka
melebihi mesin, busana, dan tren itu sendiri. Salah satu nasihatnya
yang paling sering kita dengar adalah "bergunalah kau nak, kalau bisa
lebih dari emak dan ayahmu ini". Perkataan doa pada telapak tangan kusut
yang memegang rambut sambil sedikit menyeka, lalu mata pun agak mulai
sayu, tak pernah lepas doa dan zikir ia panjatkan, seolah mereka meramal
dengan kepala bundar kita. "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang
berguna bagi manusia yang lain". Itulah hadis yang sepertinya tak pernah
mereka tahu, tapi terpatri di jiwa mereka. "Khairun nas anfa'uhum
linnas"..! "Allahumaghfirlana waliwalidaina warhamhuma kama rabbayana
shagira". Tangan menengadah keatas, leher menekuk, mulut berucap, dan
hati mengetuk pinta dan rahmat Tuhan, Ya Tuhan perkenankanlah...!
24 Oktober 2013
Sama
seperti cermin, yang berguna untuk merapikan, menyisir, melihat komedo
dan jerawat, maupun mengecek kotoran yang ada di gigi. Seharusnya benda
ini menjadi renungan bagi kita untuk merenovasi diri. Tiba-tiba ada yang
menegur kita anggaplah itu cerminnya "mirror-mirror" yang dapat
berinteraksi dengan penggunanya. Kalau ada jerawat, singkirkan dengan
merefleksi ke cermin begitulah kalau ada dosa
yang "nyempil" pada kita, musnahkan juga. Ditegur jangan marah,
dimarahi jangan ciut, disindir jangan pula malah memfitnah. Pasti banyak
. Tuhan pasti Maha Melihat, ada malaikat yang berjaga, dan manusia yang
berkicau. Makanya bawa cermin diri kita kemanapun, dan jangan berkeras
hati kalau ada "cermin" lain menegur. Terimalah, berlapangdadalah,
ikhlaslah, lapangkanlah, dan bersyukurlah. Itu tandanya Tuhan masih
sayang kepada kita. Jangan sia-sia kan kasih sayangNya. Teguran adalah
ujian, cobaan, dan cinta. Be strong, be tough, and be-ismillah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar